Sehari di Sekolah Memekku Basah | Sex Terbaru
Situs BandarQ
Agen Bola Bandar Poker Domino QQ Bandar Bola BandarQ RGOBET AFAPOKER

Sehari di Sekolah Memekku Basah

<center>

Panggil saja saya Adel di cerita sex ini saya akan membagikan pengalamanku sewaktu saya masih kelas 3 SMP, sekarang umurku sudah 21 tahun masuk perkuliahan , dulu semasa usia SMP saya cenderung merasakan hal yang beda dari teman teman sebayaku, dimana ukuran pantat dan toketku tergolong besar, di sekolahan saya banyak di kenal sebagai cewek semok.

Sejak saat itu saya sudah mengenal seks, itu saya dapatkan saat saya masih duduk di kelas 2 SMP, saat itu saya masih pacaran dengan seorang mahasiswa dari sebuah universitas swasta di kotaku. Semenjak saat itu gairah seks-ku semakin meningkat.

cerita sex abg, cerita mesum pelajar sekolah, cerita ngentot di toilet, cerita ML pelajar, kisah hot pelajar sange, kentu dalam toilet, abg horny, abg sange, memek abg sempit, kumpulan cerita panas abg, pelajar mesum di sekolah

Hampir setiap hari kami melakukan hubungan itu. Namun semenjak saya putus dengan pacarku, saya kehilangan orang yang dapat memenuhi kebutuhan biologisku. Sebagai gantinya saya sering melakukan mastrurbasi bila saya sedang terangsang.

Saya sering tidur dalam keadaan telanjang, hanya dilapisi selimut biar nggak kedinginan. Kalau sudah begitu saya pasti akan berfantasi sedang berhubungan intim dengan teman-teman sekolahku. saya lebih suka berfantasi dengan teman sekolahku daripada dengan orang yang lebih tua apalagi orang bule. Fantasiku tak hanya teman cowok, tetapi juga cewek-cewek yang cukup cantik dan seksi. Mungkinkah saya hypersex?

Dibalik selimutku, saya sering memasukkan jari-jariku ke dalam memekku, kemudian memainkan klitorisku sampai saya mencapai orgasme, dan saya ulangi lagi sampai benar-benar badanku lelah dan tubuhku penuh dengan keringat. Tak jarang saya masukkan juga sikat gigi ke dalama memekku, kemudian jari-jariku memuntir-muntir puting susuku yang saya lakukan dalam tempo yang lambat.

cerita sex abg, cerita mesum pelajar sekolah, cerita ngentot di toilet, cerita ML pelajar, kisah hot pelajar sange, kentu dalam toilet, abg horny, abg sange, memek abg sempit, kumpulan cerita panas abg, pelajar mesum di sekolah

Saya membayangkan saat itu saya sedang disetubuhi oleh temanku, sampai akhirnya saya mencapai orgasme. Kemudian sikat gigi yang basah oleh cairan memekku itu saya oleskan ke sekitar puting susu yang sudah menegang.

Itu saya lakukan berulang kali sampai saya kehabisan tenaga. Orang tuaku tak pernah tahu hal itu, karena mereka sibuk, lagipula kamarku cukup mendukung. Bahkan saat saya berhubungan seks dengan pacarku dulu, tempatnya juga di kamarku.

Pagi itu saya bangun dalam keadaan telanjang, dan sikat gigi masih menancap di memek dan cairan memekku tampak masih meleleh keluar, puting susuku terasa lengket, cukup banyak saya orgasme tadi malam. saya tersenyum melihat diriku di cermin, kemudian saya berdiri dan membiarkan sikat gigi menancap di memek.

cerita sex abg, cerita mesum pelajar sekolah, cerita ngentot di toilet, cerita ML pelajar, kisah hot pelajar sange, kentu dalam toilet, abg horny, abg sange, memek abg sempit, kumpulan cerita panas abg, pelajar mesum di sekolah

Saya masuk ke kamar mandi yang kebetulan masih berada di kamarku. Kemudian dengan shower saya siram tubuhku, terutama bagian toket dan memek. Saat sikat gigi saya cabut, tiba-tiba saya merasa terangsang lagi, segera saya semprotkan shower ke dalam memek sambil mengusap toketku dengan sabun, cukup lama saya sampai saya orgasme. Setelah itu saya mandi seperti biasa.

Hari ini ada pelajaran olahraga. saya tak begitu suka dengan pelajaran ini, selain saya tak mahir olahraga, pasti saya akan jadi pusat perhatian cowok-cowok, mana pakaiannya ketat banget, huuhh.. (Saya lebih suka memakai seragam cheers, karena saya merasa lebih seksi bila memakai seragam itu. Seragam cheers sekolahku rok mini dengan atasan model sailor. Hmm..)

Akhirnya pelajaran olah raga selesai juga, kami cewek-cewek segera ganti pakaian. Kami segera menuju ke loker ganti. Aduhh.. Penuh.. Terpaksa saya ganti di toilet. Segera saya berlari ke toilet, meskipun toilet tetapi cukup bersih dengan kloset duduk yang bersih dan mengkilat.

Saya lihat toilet kosong, saya maklum karena kelas lain masih pelajaran biasa, lagipula ini toilet terjauh dari kelas-kelas, biasa digunakan oleh anak ekskul karena dekat dengan aula. Segera saja saya masuk, saat mau saya kunci ternyata kuncinya rusak.

“Ya sudah deh nggak usah dikunci aja, lagian nggak ada orang juga..” begitu pikirku.

Saya mulai membuka pakaian olah ragaku, cukup susah membuka bagian atasnya,

“Dadaku terlalu besar atau bajunya terlalu kecil ya?” gumanku sendiri..

Akhirnya saya berhasil juga membukanya, tetapi BH-ku menjadi berantakan, puting susuku menonjol keluar.

“Saya biarkan saja dulu ah” pikirku, kemudian saya lepas celana olah raga ku. saya melihat celana dalamku basah oleh cairan memekku.

“Lho.. Kok saya keluar ya.. Padahal saya nggak ngapa-ngapain lho.. Pantesan putingku tegang banget..” gumanku.

Segera saya ambil tissue di toilet kemudian dengan hati-hati saya bersihkan memekku. Saat itu posisiku membungkuk membelakangi pintu sesampai saya nggak tahu kalau pintunya terbuka. Tiba-tiba saya dipeluk dari belakang, kontan saja saya kaget.

“Eh.. Eh.. Apa-apain nih.. Heeii!!” teriakku sambil membalikkan badan.

Tiba-tiba mulutku dibekap dengan tangan dan saya melihat Vibi.

“VIBI!!” teriakku..

Tetapi karena mulutku dibekap, suaraku bagaikan tak keluar. Vibi adalah cowok tajir yang naksir saya, rupanya ia ngikutin saya tadi. Vibi kemudian membawaku ke toilet sebelah, kami masuk dan Vibi mengunci pintunya, rupanya yang ini bisa dikunci, SIAL!! Rutukku dalam hati.. Tiba-tiba Vibi mengeluarkan sebilah pisau dari kantongnya dan menempelkan di leherku.

“Diem terus ikutin perintah gue!!” bentaknya kepadaku sambil memepetku ke tembok.

Vibi mengeluarkan tali kemudian mengikat kedua tanganku, saya hanya bisa diam, takut sama pisaunya. Vibi melepas sepatuku dan kaus kakiku dan melemparkan ke tolilet sebelah. Tanganku diikat ke engsel pintu bagian atas sampai akhirnya tanganku tergantung ke atas, dengan begitu Vibi bisa bebas melihat semua lekuk tubuhku yang setengah telanjang.

“Body lu seksi Del.. toket lu bikin aku horny” bisik Vibi di telingaku sambil memegang toketku. Lalu dengan pisaunya, Vibi memutus tali BH ku dan tali celana dalamku. Dengan sekali tarik, saya sudah telanjang bulat di depan Vibi. Vibi membuang pisau ke luar toilet dan segera mendekat, langsung memegang toketku dan memutarnya.

“Ahh.. Duuhh.. Jangan kenceng-kenceng dong.. Sakit..” rintihku kepada Vibi, rupanya ia belum pernah berhubungan seks sebelumnya, masih perjaka rupanya dia, diam-diam saya tersenyum.

“Eh sorry.. Sakit ya..” ia minta maaf, bodoh banget ya?

Vibi kemudian membuka semua pakaiannya, sesampai dalam beberapa menit ia sudah telanjang bulat. saya melihat kontolnya sudah menegang dengan mengacung ke atas dan berdenyut-denyut. Vibi mendekat dan mengusap toketku sambil memelintir puting susuku yang sudah tegang dari tadi.

Tiba-tiba Vibi menempelkan kontolnya ke memekku, dan mendorongnya ke dalam. Karena belum berpengalaman maka Vibi selalu meleset memasukkan kontolnya ke dalam memekku. Karena kasihan saya buka kakiku saat Vibi mencoba untuk yang ke 4 kalinya. Kontol Vibi masuk ke dalam memekku, dan saya lihat Vibi merasa surprise banget, dan Vibi membuka mulutnya sembari mendesah.

“Ah.. Ah.. Ah..” desah Vibi setiap mendorong kontolnya ke dalam memekku.

Saya hanya bisa diam saja. Kontol Vibi sudah masuk sepenuhnya dan ia mulai menggoyangkan kontolnya keluar-masuk memekku. saya sengaja diam saja, karena kalau saya ikut menggoyangkan pinggulku, saya percaya Vibi akan langsung ejakulasi.

Ternyata belum ada 10 goyangan, Vibi sudah ejakulasi di memekku. Rupanya ia nggak bisa menahan lebih lama lagi. Cukup lama ia menancapkan kontolnya di memekku, mungkin untuk merasakan sensasi ejakulasi yang baru saja ia alami. saya hanya bisa tersenyum saja saat ia menatapku saat ia mencabut kontolnya.

“Kok cuma sekali aja Vib?” tanyaku menantang.

“Kamu masih mau lagi?” balasnya, nampaknya pertanyaan pancinganku mengena.

“Masih dong, tetapi saya yang kendalikan kamu, gimana?” usulku.

“Maksud kamu?” tanya Vibi enggak ngerti.

“Lepasin talinya terus kamu ikutin apa kataku” kataku sambil tersenyum nakal.

Rupanya Vibi baru mengerti, ia kemudian keluar untuk mengambil pisau yang ia buang tadi, kemudian memotong tali yang mengikat tanganku.

“Bersihin kontol lu dulu gih” pintaku ke Vibi yang kemudian segera dibersihkan dengan saputangannya.

Saat saya melihat Vibi membersihkan kontolnya menggunakan saputangannya, libidoku memuncak cepat sampai saya hampir tak bisa mengendalikan diri. Tak lama kemudian ia selesai.

“Duduk di kloset itu, shut up, and look me!” perintahku.

Di depan Vibi saya mulai menari. Menari? Ya menari, saya menari erotis di depan Vibi. saya meraba dan memuntir puting susuku kemudian memasukkan jari ke dalam memekku lalu saya jilat cairan memek yang menempel di jariku, sambil tetap menari. Kemudian saya tempelkan tubuhku ke tembok lalu berlutut di lantai, kemudian sambil merangkak saya mendekati Vibi, saya melihat kontolnya sudah berdiri dan berdenyut-denyut.

Saya bergerak mendekati kontol Vibi, kemudian menjilatinya, kemudian mengecupnya, sesekali saya masukkan ke dalam mulutku kemudian saya keluarkan lagi. Dengan ujung jariku saya mengusap kepala kontolnya sambil kujilat lubang kontolnya. Kontol Vibi tak besar tetapi cukup bersih. saya melirik sambil tersenyum kepada Vibi, tampaknya ia sudah hampir ejakulasi lagi.

“Cepet banget sih ni anak?” pikirku.

Kemudian saya kocok kontolnya perlahan-lahan, sambil tetap saya jilat kepala kontolnya. saya merasakan ditanganku kontol Vibi mulai berdenyut-denyut, segera saya masukkan kontol Vibi ke dalam mulutku, kemudian saya hisap, tak sampai 3 kali hisap, Vibi sudah ejakulasi lagi. saya hisap air maninya sampai habis.

Lalu kontol Vibi saya siram dengan air maninya yang terkumpul di mulutku. Kemudian dengan mulut yang masih ada sisa-sisa air mani, saya berdiri dan mendekati Vibi. Kemudian saya duduk di pangkuan Vibi dengan menghadap ke arahnya. saya cium bibir Vibi dengan sisa-sisa air maninya sendiri.

“Kenapa? Ini khan air mani kamu sendiri” protesku saat ia mau menolak ciumanku.

Saya mencium bibir Vibi dengan lembut sambil kuhisap mulutnya, kemudian saya masukkan lidahku ke mulutnya, jadilah kami French kiss. Cukup lama kami berciuman, sampai Vibi hampir kehabisan napas.

“Sudah Del, saya sudah capek..” pintanya kepadaku.

“Apa capek? saya padahal baru mulai..” kataku..

“Apa? Baru mulai? Padahal..” Vibi mencoba protes.

“Sudah diem!! Salah sendiri kamu yang mulai, kini ikutin kataku kalau nggak mau namamu tercemar di sini!!” ancamku kepadanya.

Rupanya Vibi keder juga dengan ancamanku.Hihihihihihi..” saya tertawa kecil.

“SAya bakal bikin kamu nggak akan ngelupain hari ini..” kataku sambil mencium bibirnya lagi.

Kemudian saya suruh Vibi untuk membuka kakinya lebar-lebar sampai kakiku bisa berdiri tepat di depan kontolnya yang sudah lunglai.

“Saya kasih waktu buat bangunin kontol kamu sampai memekku sampai di depan kontol kamu!!” perintahku kepada Vibi.

Dengan posisi berdiri seperti ini, posisi memekku tepat berada di depan muka Vibi, saya pegang kepala Vibi, kemudian saya suruh menjilati memekku.

“Jilatin memek aku!!” kataku saat saya sudah berdiri seimbang.

“Jangan seperti itu njilatinnya, pelan-pelan aja..” protesku saat Vibi menjilat memekku secara sembarangan.

Sekali-kali saya lihat kontol Vibi, rupanya sudah hampir tegang penuh. Lama kelamaan saya merasa terangsang, apalagi saat lidah Vibi menyentuh klitorisku. saya pegang kepala Vibi, dan menggoyangkan pinggulku di depan kepalanya, saya gesek-gesekkan memekku ke mukanya, sambil saya membenarkan posisi kakiku, kemudian saya gesekkan memekku ke dagu, dada, sampai sampai perut.

Saya sudah nggak bisa turun karena pantatku kehalang kontol Vibi yang sudah tegang. saya angkat pinggulku kemudian arahkan memekku ke kontol Vibi. Nampaknya Vibi sudah siap betul. Sambil menatap Vibi saya masukkan kontol Vibi ke dalam memekku, kemudian dengan cepat saya keluarkan lagi. saya tertawa kecil dan saya mengulanginya lagi sampai beberapa kali sampai saya merasa terangsang.

Kemudian saya masukkan memekku tetapi hanya setengahnya saja kemudian saya jepit kontolnya dengan sekuat tenaga, kemudian saya tarik pelan-pelan sampai sampai kepala kontolnya, kemudian saya masukkan lagi sampai setengah dan saya tarik lagi. saya lakukan itu beberapa kali sampai saya lelah menjepit kontol Vibi. Bersamaan itu, Vibi ejakulasi lagi, rupanya ia sudah tak tahan dengan permainanku.

“Aduuhh.. Kok sudah keluar lagi sih” batinku agak kecewa..

Saya keluarkan kontol Vibi dari memekku lalu saya kulum kontolnya untuk membersihkan kontolnya lagi. Kemudian saya kembali ke posisi semula. Kemudian dengan kontol Vibi yang masih lunglai saya berusaha masukkan lagi ke dalam memekku, agak susah sih, karena nggak bisa menembus memekku yang masih cukup rapat.

Akhirnya bisa juga karena saya buka lebar-lebar mulut memekku, dan mendorong kontol Vibi masuk ke dalam. Begitu masuk ke dalam memekku, saya tunggu Vibi sampai ia ereksi sempurna, beberapa menit kemudian, segera saya goyangkan pinggulku dengan tempo lambat.

Saya yakin Vibi nggak bakalan cepet keluar lagi soalnya kontolnya sudah mulai pengalaman dan persediaan air maninya sudah hampir habis? Sewaktu menggoyangkan pinggulku itu saya sekali-sekali menjepit kontol Vibi kemudian saya lepaskan lagi. Sampai akhirnya saya merasa hampir orgasme saya percepat tempo goyanganku. Rupanya Vibi juga sudah hampir keluar.

“Tahan Vib, kita keluar barengan” pintaku.

Rupanya Vibi sudah hampir bisa mengimbangiku, dan benar saja saat saya orgasme Vibi menyusul kemudian, hebat ia bisa 2 detik lebih lama dariku.

“Kamu sudah mulai hebat Vib..” bisikku sembari mencium bibirnya dengan lembut.

Kami berpelukan dan tanpa terasa kami ketiduran cukup lama sampai saya merasakan kontol Vibi mulai ereksi lagi di dalam memekku. Segera saya melepaskan kontol Vibi dari dalam memekku, kemudian saya berdiri sembari menunggu kontol Vibi berdiri. Rupanya cukup lama sampai harus saya bantu dengan mengocoknya. Saat kontol Vibi sudah ereksi sempurna, saya membalikkan badan dan berpegangan di pintu sambil membungkukkan badanku.

“Ga.. Masukin sini..” pintaku manja sambil menunjuk ke memekku.

Vibi segera bangun dan langsung menempelkan kontolnya ke memekku.

“Pelan-pelan aja dulu, jangan buru-buru..” kataku saat kontol Vibi secara kasar ditusukkan ke memekku.

Akhirnya setelah kontolnya dikeluarkan, Vibi mencoba untuk memasukkannya kembali, kali ini ia lebih lembut lagi, pantatku diusapnya dulu, kemudian tangan kirinya meraba toketku dari belakang, kontan saja putingku langsung menegang saat tangan Vibi menyentuh toketku.

Sementara itu, tangan kanannya memegang pinggangku agar tak bergerak, lalu ia mulai memasukkan kontolnya. Nampaknya dengan gaya seperti ini kontolnya gampang masuk, dengan 2 kali coba, kontolnya sudah masuk ke memekku. Kali ini Vibi tak terlalu buru-buru, sesampai saya merasakan nyaman, saya rasa Vibi pun demikian.

“Digoyang Vib..” pintaku kepada Vibi saat kontolnya sudah menancap di memekku, langsung saja Vibi menggoyang pinggulnya. Ini adalah gaya favoritku, sesampai setiap kontol Vibi menyodok masuk, saya merasakan kenikmatan yang luar biasa, tanpa sadar saya meracau keenakan.

“Ahh.. Uhh.. Yeah.. Ahh.. Aahh.. Terus Vibb.. Uhh..” racauku tanpa sadar.

Dan tampaknya Vibi tak tahu kalau saya hanya meracau, ia segera mempercepat goyangannya. saya terkejut dengan yang dilakukannya, meskipun nikmat tetapi saya merasa khawatir..

“Aahh.. saya keluaarr..” erang Vibi kemudian..

Tuh khan, yang saya khawatirkan terjadi juga, Vibi masih terlalu amatir untuk berhubungan seks. Vibi kemudian membenamkan kontolnya ke dalam memekku untuk beberapa saat, kemudian ia mencabutnya.

“Plaakk..” saya menampar pipi Vibi.

“Saya khan sudah bilang jangan buru-buru!! Kamu tu masih amatir!!” makiku kepadanya.

Vibi hanya bisa terkejut dan nggak bisa ngomong apa-apa lagi. Segera saya keluar toilet dan kembali ke tolietku semula.

“Sial!! BH dan celana dalamku dirobek Vibi. Gimana ya? Mana memekku masih banyak air mani Vibi!!” saya mengumpat dalam hati.

Segera saya bersihkan memekku lagi. Kali ini saya tutup pintunya dengan benar. Setelah itu saya kenakan rok-ku.

“Aduh pake apa ya..” saya bingung harus pake apa buat dalemannya, akhirnya saya gunakan celana olahragaku buat pengganti celana dalam, padahal rok-ku sempit, jadinya dengan tambahan celana olahragaku, rok-ku jadi tambah sempit

“Tetapi BH-nya pake apa ya? Masa nggak pake BH? Mana seragamku tipis..” pikirku.

Akhirnya saya langsung pake seragam tanpa BH. Bisa dibayangkan dengan ukuran toket segitu (34B) pake seragam sekolah, tanpa BH, dan puting yang menonjol, pasti bikin ngeres orang yang liat. saya berniat masuk kelas untuk mengambil rompi yang selalu saya bawa, tetapi kini rompi itu ada di kelas.

Akhirnya dengan hati-hati saya keluar dan menunggu sampai sepi untuk bisa masuk kelas dan kemudian mengambil rompiku. saya berharap tak ada orang yang melihatku. Saat kau keluar dari toilet saya berpapasan dengan Vibi, nampaknya ia masih merasa bersalah, saya hanya tersenyum kepadanya saat ia memanggilku.

“Nggak ada waktu..” pikirku, dan saya segera melesat ke kelas.

Saya berjalan melewati lorong dengan perasaan khawatir, khawatir kalau ketemu guru atau teman. Kalau dengan kondisi biasa sih enggak masalah, tetapi dengan kondisi seperti ini? Gile banget deh..

Akhirnya setelah melalui perjuangan panjang, sampai juga saya di kelasku, rupanya kelas sepi, anak-anak sedang jajan di kantin. Kesempatan!! pikirku, segera saja saya masuk dan menuju ke tasku dan segera memakai rompiku.

“Adel..!!” tegur seseorang..

“O.. Oww..” saya kaget setengah mati, rupanya Cindy teman sekelasku.

Cindy cewek cantik di kelasku, menurutku ia seksi, dengan ukuran toket yang hampir sama denganku, hanya saja ia lebih gemuk 2 kilo dariku. saya 163/45, sedangkan Cindy 162/47. Cindy adalah salah satu cewek di sekolahan ini yang sering saya jadikan objek fantasiku. Dan saya rasa Cindy ada perhatian denganku, apakah Cindy lesbian? Entahlah.. Tetapi saya tebak, Cindy sudah nggak virgin lagi.

“Kenapa kamu Del?” tanya Cindy kemudian.

“Nggak Papa kok Cin..” sembari duduk di kursiku..

Cindy kemudian duduk di sebelahku. Rupanya saya lupa mengancing rompiku, dan saya rasa Cindy melihat saya nggak pakai BH saat itu.

“Kamu kok nggak pake BH Del?” tanyanya tiba-tiba..

Kontan aja saya kaget, kok ia tahu..

“Ehmm.. Ahh.. Uhhmm.. Gimana ya.. Ehmm..” bingung bow jawabnya.

Tetapi Cindy sepertinya mengerti dengan apa yang terjadi denganku.

“Sama siapa kamu barusan? Terus celana dalem kamu kemana? Tangan kamu kok ada bekas ikatan?” pertanyaannya bikin saya mati kutu.

Karena saya tak bisa menjawab, Cindy akhirnya tersenyum.

“Tenang aja lagi, saya ngerti kok, enggak usah khawatir” bisik Cindy sambil tersenyum, kemudian Cindy mencium pipiku, lalu keluar kelas menuju kantin. saya kaget juga dengan yang ia lakuin barusan, Cindy cium aku? Apa maksudnya nih? Tetapi saya sudah ngerasa tenang dan sedikit senang karena Cindy ada perhatian denganku.

Tepat pukul 10.15 guru English masuk ke kelas, guru ini terkenal on-time dan agak killer, makanya begitu tahu gurunya datang, anak-anak langsung pada masuk.

“Del, saya duduk sebelah kamu ya..” Cindy tiba-tiba duduk di sebelahku.

“Ha.. Oohh.. Ok.. Silakan aja..” jawabku terbata-bata.

Saya memang duduk sendiri, karena jumlah murid di kelasku ganjil, maka saya nggak dapet teman sebangku sendiri. Kasian ya aku? Selama pelajaran berlangsung Cindy mengamati aku, saya jadi salah tingkah dibuatnya, makanya saya pura-pura tidur saja.

“Adel, are you ok?” Tanya guru English-ku.

“She’s sick sir, I’ll take Adel to UKS..” Cindy langsung menjawab pertanyaan guruku.

“Oohh.. Ok, please Cindy..” Guruku mengizinkan.

“Ayo Del, kita ke UKS” ajak Cindy sambil menggandeng tanganku.

“Apa-apaan nih?” batinku dalam hati.

Cindy membawaku ke ruang UKS, padahal saya nggak sakit. Selama perjalanan Cindy menggandeng mesra tanganku, sembari memepetkan tubuhnya ke tubuhku. saya hanya bisa diam dan mengikuti apa maunya.

Akhirnya kami tiba di ruang UKS, ruangan ini terdiri dari beberapa kamar yang tertutup, sesampai orang tak mengetahui apa yang terjadi di dalam. Cindy membawaku ke kamar yang paling ujung. Di dalam kamar itu terdiri dari 3 tempat tidur. Tiba-tiba Cindy mengunci pintunya.

“Cin, maksud kamu apa s..” belum selesai saya ngomong tiba-tiba Cindy mencium bibirku dengan lembut. Sambil tangannya meraba-raba tubuhku. Mau tak mau saya terangsang juga, tetapi saya berusaha untuk mengendalikan diri.

“Kamu cantik Del, saya suka kamu..” bisiknya kepadaku.

Rupanya Cindy benar-benar ada rasa denganku. saya kaget juga, soalnya setahuku ia juga punya pacar. Tetapi apakah ia seperti saya juga? saya juga sering berfantasi dengannya, dan kini saya malah sudah berhadapan dengannya.

Saya tersenyum saat ia akan mencium bibirku, saya balas ciumannya, akhirnya kita berciuman dengan agak liar, sampai akhirnya Cindy mendorongku ke tempat tidur. Cindy menindihku, toket kami saling bertemu. Kemudian ia menciumku lagi, saya merasakan tubuh Cindy menggesek-gesek tubuhku, saya cukup terangsang saat ini, saya merasa memekku basah, saya lebih mudah terangsang bila dengan cewek. saya peluk tubuh Cindy dan mencoba untuk membuka resluiting rok Cindy. Sedangkan Cindy masih menciumiku sambil mengelus-elus rambutku, rupanya ia sudah menantikan saat ini, ini dilihat dari nafsunya yang sangat tinggi.

Cindy kemudian melepaskan rok-nya yang sudah longgar, rupanya Cindy sudah tak pakai celana dalam, kemudian saya lepaskan pelukanku. Dengan posisi Cindy berada di atasku, Cindy membuka satu-persatu kancing seragamku. Akhirnya seragamku lepas dan toketku menyembul keluar. Cindy kemudian melepaskan rok-ku, dan celana olahragaku, akhirnya saya telanjang bulat, dan benar memekku sudah basah oleh cairanku.

Cindy kemudian melepaskan seragamnya dan BH-nya, sesampai jadilah kami telanjang bulat. Cindy kembali menindihku sesampai toket kami saling bertemu lagi tanpa halangan. Karena toket kami sama-sama sudah tegang, maka Cindy agak kesulitan untuk menciumku, tetapi akhirnya bisa juga. Cindy menggesek-gesekkan memeknya ke memekku, sesampai saya merasakan kenikmatan, Cindy pun merasakan hal yang sama.

Saya hanya diam dan menikmati semua yang dilakukan Cindy. Cindy kemudian menciumi leherku, dan toketku. ia menghisap puting susuku dengan lembut, kadang-kadang ia menggigitnya. saya merasakan kenikmatan yang luar biasa saat itu. Kedua toketku dijilatinya secara rata dan di usapnya sampai putingku berdiri tegak.

“Ahh.. Ah.. Ahh..” saya mendesah karena nikmat yang saya rasakan.

Cindy kemudian turun lagi, ia menciumi perutku yang rata, menjilati pusarku, dan kemudian ia menjilati memekku. Cindy memasukkan jarinya ke dalam memekku dan mencari klitorisku, setelah itu ia menjilatinya. saya merasakan sensasi yang luar biasa saat lidah Cindy menyentuh klitorisku, saya serasa melayang.

“Ahh.. Iya.. Disitu.. Aahh..” saya mendesah saat Cindy menggigit klitorisku. Tak lama kemudian saya orgasme, saya merasakan orgasme kali ini sungguh spesial, karena saya orgasme karena cewek. Rasanya sungguh nikmat dibandingkan dengan cowok.

Cindy kemudian bangun dan mengambil thermometer yang ada di ruangan UKS ini, Cindy memasukkan thermometer itu ke dalam memekku.

“Apa yang kamu lakuin?” protesku.

Tetapi Cindy hanya tersenyum saja sembari tetap memasukkan thermometer ke dalam memekku.

“320 Celcius..” gumannya saat Cindy melihat penunjuk di thermometer, rupanya Cindy memasukkan thermometer ke dalam memekku hanya untuk mengukur suhunya, sialan batinku.

Kemudian Cindy membuka lemari UKS, rupanya Cindy sudah merencanakan hal ini, buktinya dari dalama lemari itu, Cindy mengambil beberapa alat yang pernah saya lihat di film-film porno. Seperti kontol buatan (dildo), vibrator, masker, sampai sabuk kontol. Cindy memakai sabuk kontol sampai ia seperti seorang cowok berkontol besar dan panjang, namun juga berdada besar.

Cindy mendekatiku yang masih terbaring di tempat tidur, Cindy kemudian memasukkan kontol itu ke dalam memekku, kemudian mulai menggoyangnya, saya yang baru saja orgasme, langsung timbul lagi gairahku, segera saja saya imbangi goyangannya sesampai kami dapat menimbulkan goyangan yang seirama. Sudah lama saya tak merasakan seperti ini lagi semenjak putus dengan pacarku dulu.

Saya kadang-kadang meremas-remas toket Cindy, nampaknya Cindy suka saat saya pelintir puting susunya, Cindy semakin bersemangat menggoyangnya setiap saya sentuh toketnya. Sesekali saya meraba pantatnya, kemudian memasukkan jariku ke dalam anusnya, Cindy sepertinya juga merasakan hal yang sama denganku, karena saya lihat dari raut mukanya, ia menunjukkan kenikmatan.

Tak lama kemudian, karena goyangan kontol yang konstan dan terus menerus, akhirnya saya mencapai orgasme. Saat saya orgasme Cindy terus menggoyang pinggulnya, nampaknya Cindy tak tahu saya sudah orgasme.

“Aduuhh.. Ahh.. Sudahh.. saya keluaarr..” rintihku saat Cindy masih tetap menggoyang pinggulnya. Namun Cindy bukannya berhenti malah mencabut kontolnya dan kemudian memasukkan ke dalam anusku. Sakit sekali rasanya saat itu.

“Aduuhh.. Jangaann.. Please.. Sakiitt..” saya setengah berteriak. Namun nampaknya Cindy tak peduli, ia terus saja menggoyangnya. Beberapa saat kemudian karena anusku tak licin lagi, Cindy kembali mencabut kontolnya dan memasukkan kontolnya ke dalam memekku.

Kontan saja saya kaget, karena selama ini saya belum pernah merasakan hal semacam ini. Karena kalau cowok pasti nggak bakalan bisa kayak gini. Cindy terus menggoyang pinggulnya sampai saya hampir orgasme lagi. Gilee.. Akhirnya saya orgasme lagi. Cindy kemudian mencabut kontolnya, lalu bangun dan melepaskan kontolnya. Sementara saya masih terbaring kelelahan.

“Kamu juga harus coba Del..” katanya sambil memberikan sabuk kontolnya kepadaku.

Saya mengambilnya dan mencoba memasangnya, cara memakainya rupanya seperti memakai sabuk pengaman para wall climber. saya tersenyum sendiri saat sabuk kontol itu sudah terpasang, rasanya aneh, karena kini saya serasa punya sesuatu yang baru di tubuhku. saya melihat Cindy sudah terlentang di tempat tidur sambil menekuk kakinya, sampai memeknya terlihat.

“Masukkan sini Del..” pintanya lembut.

Saya segera mendekatinya dan mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya. Agak kikuk, karena biasanya saya dimasuki, kini saya harus memasuki. saya pegang kontolku, dan pelan-pelan saya tempelkan di bibir memek Cindy, kemudian dengan dibantu tanganku, kontolku saya dorong masuk ke dalam memek Cindy, sulit juga, pantesan tadi Vibi susah.

Akhirnya dengan mata kepalaku sendiri saya melihat kontolku masuk ke dalam memek Cindy sedikit demi sedikit. saya sempat melihat Cindy, ia membuka mulutnya sambil mendesah setiap saya mendorong kontolku masuk.

“Sshh.. Yaahh.. Sshh..” desahnya setengah berbisik.

Saya dorong kontolku terus, namun rupanya kontol ini terlalu panjang, karena belum sampai penuh, saya merasakan ujung kontolnya sudah menyentuh rahim Cindy. Kemudian pelan-pelan saya goyangkan pinggulku, sementara Cindy juga melakukan hal yang sama. Jadilah saya seperti cowok sekarang, sementar itu Cindy masih tetap mendesah dan sekali-kali meraba-raba toketku dan memegangi pinggangku.

Cukup lama kami bergoyang sampai akhirnya Cindy mencapai orgasme, saya sendiri tak tahu karena saya tak merasakan apa-apa saat menyetubuhi Cindy tadi, namun saya tetap merasa terangsang, karena memandang wajah Cindy yang cukup cantik. Pada saat Cindy orgasme, kontolku saya cabut, dan saya arahkan ke mulut Cindy.

Saya duduk di toket Cindy, sedangkan saya arahkan kontolku yang masih berlumuran cairan memek kami ke mulutnya. Cindy rupanya tahu dengan maksudku dan segera menghisapnya sampai bersih. Setelah itu, saya bangun dan melepaskan sabuk kontol itu. saya mengantinya dengan vibrator. saya setel dengan speed yang medium, kemudian sebagian saya masukkan di memekku, sementara ujung yang satunya, saya masukkan ke memek Cindy.

Saya berbaring di sebelah Cindy sambil memeluknya, Cindy pun menyambut pelukanku. Kami saling berpelukan, berciuman, sementara kami terus mendesah karena sensasi yang ditimbulkan vibrator di memek kami.

Beberapa menit kemudian kami orgasme bersamaan, dan cairan kami berdua membasahi vibrator dan sprei. Selang beberapa saat saya bangun, kemudian mulai menjilati memek Cindy, memek Cindy cukup rapat, dengan klitoris yang cukup besar sesampai mudah untuk kujilat dan kugigit. Cindy mengerang saat saya gigit klitorisnya.

“Ahh.. Yaa.. Teruuss..” Cindy mengerang setengah berteriak.

Saya khawatir ada orang yang mendengar, maka saya putar tubuhku, sampai kini kami berposisi 69. saya di atas, sedanngkan Cindy di bawah. Kami saling menjilati, menggigit klitoris, dan memasukkan jari ke dalam memek.

Entah berapa lama sampai kami mencapai orgasme yang bersamaan. Setiap orgasme, kami tukar tempat. Cindy di atas, saya di bawah. Kadang saya masukkan beberapa thermometer ke dalam anus Cindy, Cindy pun demikian, ia memasukkan vibrator yang ia bawa ke dalam anusku, kami mencoba semua alat yang dibawa Cindy sampai kami kelelahan.

Sampai akhirnya, kami tertidur sambil berpelukan dengan kondisi telanjang, dan hampir semua barang Cindy menancap di memek dan anus kami. Di anusku sabuk kontol menancap, dan vibrator menancap di memekku dalam kondisi masih bergetar, saya sangat menikmatinya sesampai saya tak berniat untuk mematikannya.

Sedangkan kondisi Cindy tak jauh berbeda denganku. Di memeknya tertancap 2 buah dildo dan di anusnya tertancap 3 buah thermometer. Toket kami saling bertemu dan terasa lengket, sedangkan tubuh kami bermandikan keringat. Kasur dan sprei acak-acakan, namun kami tetep cuek saja, dan tetap tidur.

Saya terbangun karena saya merasakan hampir orgasme, rupanya vibrator yang masih bergetar itu sudah membuatku orgasme beberapa kali tanpa saya sadar. Itu terlihat dari cukup banyak cairan yang keluar dari sela-sela vibrator yang menancap memekku.

Saya kemudian mencabut semua yang menancap di tubuhku, kemudian membersihkan badanku dengan handuk yang ada di ruangan itu. Kemudian saya berpakaian seperti biasa. saya melihat jam, sudah jam 2 sore. Cukup lama kami bercinta tadi. Cindy masih tertidur pulas, dengan barang-barang yang menancap di memek dan anusnya.

Saya mendekati Cindy dan mencium bibirnya dengan lembut, kemudian saya cabut dildo dan menukarnya dengan vibrator, dan saya setel dengan speed yang low. Cindy tampak mendesah saat saya masukkan vibrator itu ke dalam memeknya. saya cium sekali lagi bibirnya kemudian melangkah keluar dan pulang menuju rumah. Hari yang melelahkan dan tak terlupakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*