Keponakan Merayu Untuk Mesum | Sex Terbaru
Situs BandarQ
Agen Bola Bandar Poker Domino QQ Bandar Bola BandarQ RGOBET AFAPOKER

Keponakan Merayu Untuk Mesum

<center>

Adik ponakanku yang habis dari wawancara dan tes di sebuah perusahaan, saya di suruh untuk menemani dia menuju kantor yang di maksut kurang lebih ada 2 jam man, saya menunggu di lobi depan sampai selesai dia test dan wawancara, kira kira pukul 11 siangan Roro keluar dari ruangan, lalu saya menghampiri dia dan bertanya “bisa menjawab semua tadi waktu di dalam”

cerita sex sedarah baru, cerita ml sedarah 2018, cerita ngesex sedarah terbaru, sedarah cerita seks, cerita hubungan sedarah keponakan, cerita mesum sedarah ponakan, cerita ngentot memek ponakan, ponakan perawan
“bisa mas…”

“Kalau begitu mari kita pulang” pintaku. “E… sebelum pulang kita makan dulu, kamu kan lapar Roro.” Kemudian Roro menggangguk. Setelah beberapa saat Roro merasa badannya agak lemas, ia bilang,

“Mas mungkin Saya masuk angin nich, habis Saya kecapekan belajar sih tadi malam.”

Saya bingung harus berbuat apa, lantas Saya tanya biasanya diapakan atau minum obat apa, lantas ia bilang,

cerita sex sedarah baru, cerita ml sedarah 2018, cerita ngesex sedarah terbaru, sedarah cerita seks, cerita hubungan sedarah keponakan, cerita mesum sedarah ponakan, cerita ngentot memek ponakan, ponakan perawan

“Biasanya dikerokin Mas…”

“Wah… gimana yach…” kataku. “Oke kalau begitu sekarang kita cari losmen yach untuk ngerokin kamu…” Roro hanya mengangguk saja.

Lantas Saya dan Roro mencari losmen sambil membeli minyak kayu putih untuk kerokan. Kebetulan ada losmen sederhana, itulah yang kupilih. Setelah pesan kamar, Saya dan Roro masuk ke kamar 11 di ruang atas.

“Terus gimana cara Mas untuk ngerokin kamu Ro”, tanyaku. Tanpa malu-malu ia lantas tiduran di kasur, sebab si Roro sudah menganggapku seperti kakak kandungnya. Saya pun segera menghampirinya.

cerita sex sedarah baru, cerita ml sedarah 2018, cerita ngesex sedarah terbaru, sedarah cerita seks, cerita hubungan sedarah keponakan, cerita mesum sedarah ponakan, cerita ngentot memek ponakan, ponakan perawan

“Sini dong, Mas kerokin…” Dan astaga si Roro buka bajunya, yang kelihatan BH-nya saja, jelas kelihatan putih dan toketnya padat berisi. Lantas si Roro tengkurap dan Saya mulai untuk menggosokkan minyak kayu puih ke punggungnya dan mulai mengeroki punggungnya.

Hanya beberapa kerokan saja… Roro bilang, “Entar Mas… BH-ku Saya lepas sekalian yach… entar mengganggu Mas ngerokin aku.” Dan Saya terbelalak.. . betapa besar toketnya dan putingnya masih memerah, sebab ia kan masih perawan.

Tanpa malu-malu Saya lanjutkan untuk mengeroki punggungnya. Setelah selesai semua Saya bilang,

“Sudah Ro… sudah selesai.” Tanpa kusadari Roro membalikkan badannya dengan telentang. “Sekarang bagian dadaku Mas tolong dikerik sekalian.”

Saya senang bukan main. Jelas buah dadanya yang ranum padat itu tersentuh tanganku. Saya berkali-kali berkata, “Maaf dik yach… Saya nggak sengaja kok…” “Nggak apa-apa Mas… teruskan saja.”

cerita sex sedarah baru, cerita ml sedarah 2018, cerita ngesex sedarah terbaru, sedarah cerita seks, cerita hubungan sedarah keponakan, cerita mesum sedarah ponakan, cerita ngentot memek ponakan, ponakan perawan

Hampir selesai kerokan dadanya, Saya sudah kehilangan akal sehatku. Saya pegang toketnya, Saya elus-elus. Si Roro hanya diam dan memejamkan matanya… lantas Saya ciumi buah dadanya dan kumainkan pentilnya.

Roro mendesis, “Mas… Mas… ahh…, ah ah ahh…” Terus Saya kulum putingnya, tanganku pun nggak mau ketinggalan bergerilnya di memeknya. Pertama ia mengibaskan tanganku ia bilang,

“Jangan Mas… jangan Mas…” Tapi Saya nggak peduli… terus saja Saya masukkan tanganku ke CD-nya, ternyata memeknya sudah basah sekali. Lantas tanpa diperintah oleh Roro Saya buka rok dan CD-nya, ia hanya memejamkan matanya dan berkata pelan,

“Yach Mas…” Kini Roro sudah telanjang bulat tak pakai apa-apa lagi, wah… putih mulus, bulunya masih jarang maklum ia baru umur 20 tahun tamat SMA. Lantas Saya mulai menciumi memeknya yang basah dan menjilati memeknya sampai Saya mainkan kelentitnya, ia mengerang keenakan, “Mas… ahh… uaa… uaa… Mas…”

Dan mendesis-desis kegirangan, tangan Roro sudah gatal ingin pegang kontolku saja. Lantas Saya berdiri, kubuka baju dan celanaku kemudian langsung saja Roro memegang kontolku dan mengocok kontolku.

Saya suruh ia untuk mengulum, ia nggak mau, “Nggak Mas jijik… tuh, nggak ah… Roro nggak mau.” Lantas kupegang dan kuarahkan kontolku ke mulutnya.

“Jilatin saja coba…” pintaku. Lantas Roro menjilati kontolku, lama-kelamaan ia mau untuk mengulum kontolku, tapi pas pertama ia kulum kontolku, ia mau muntah “Huk.. huk… Saya mau muntah Mas, habis kontolnya besar dan panjang… nggak muat tuh mulutku.” katanya.

“Isep lagi saja Ro…” Lantas ia mulai mengulum lagi dan Saya menggerayangi memeknya yang basah. Lantas Saya rentangkan badan Roro.

Rasanya kontolku sudah nggak tahan ingin merenggut keperawanan Roro. “Roro… Mas masukkan yah.. kontol Mas ke memekmu”, kataku. Roro bilang, “Jangan Mas… Saya kan masih perawan.” katanya. Saya turuti saja kemauannya, Saya tidurin ia dan kugesek-gesekkan kontolku ke memeknya.

Ia merasakan ada benda tumpul menempel di memeknya,

“Mas… Mas… jangan…” Saya nggak peduli, terus kugesekkan kontolku ke memeknya, lama-kelamaan Saya mencoba untuk memasukkan kontolku ke memeknya. Slep… Roro menjerit,
“Ahk… Mas… jangan…”

Saya tetap saja meneruskan makin kusodok dan slep… bles… Roro menggeliat-geliat dan meringis menahan sakitnya,

“Mas… Mas… sakit tuh… Mas… jangan…” Lalu Roro menangis, “Mas… jangan dong…” Saya sudah nggak mempedulikan lagi, sudah telanjur masuk kontolku itu.

Lantas Saya mulai menggerakkan kontolku maju mundur. “Ah… Mas… ah.. Mas…” Rupanya Roro sudah merasakan nikmat dan meringis-ringis kesenangan.

“Mas…” Saya terus dengan cepatnya menggenjot kontolku maju mundur.

“Mas.. Mas…” Dan Saya merasakan memek Roro mengeluarkan cairan. Rupanya ia sudah klimaks, tapi Saya belum. Saya mempercepat genjotanku.

“Terus Mas… terus Mas… lebih cepat lagi…” pinta Roro. Tak lama Saya merasakan kontolku hampir mengeluarkan mani, Saya cabut kontolku (takut hamil sih) dan Saya suruh untuk Roro mengisapnya. Roro mengulum lagi dan terus mengulum ke atas ke bawah.

“Hem… hem… nikmat… Mas…” Saya bilang, “Terus Ro… Saya mau keluar nich…” Roro mempercepat kulumnya dan… cret… cret… maniku muncrat ke mulut Roro . Roro segera mencabut kontolku dari mulutnya dan maniku menyemprot ke pipi dan rambutnya.

“Ah… ah… Roro… maafkan Mas… yach… Saya khilaf Ro… maaf… yach!” “Nggak apa-apa Mas… semuanya sudah telanjur kok Mas…” Lantas Roro bersandar di pangkuanku. Kuciumi lagi Roro dengan penuh kesayangan hingga akhirnya Saya dan Roro pulang dan setelah itu Saya pun masih menanam cinta diam-diam dengan Roro kalau istriku pas tidak ada di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*