Kencan Penjaga Toko Penyewa VCD | Sex Terbaru
Situs BandarQ
Agen Bola Bandar Poker Domino QQ Bandar Bola BandarQ RGOBET AFAPOKER

Kencan Penjaga Toko Penyewa VCD

<center>

Aku sudah semester tua tapi belum juga selesai selesai hehe, perkenalkan nama saya galih, usiaku sudah 26 tahun, selain kuliah saya punya bisnis kecil kecilan sebagai tambahan uang jajanlah, hal itu yang membuat menunda nunda untuk mengerjakan skirpsiku, terbengkalai oleh bisnisku tapi hal itu tak jadikan saya untuk menyerah meraih gelar sarjanaku, soalnya juga orang tua pasti bangga jika anaknya sudah tamat sekolah.

cerita mesum terbaru 2018, cerita sex kencan, cerita dewasa ngentot wanita hot, cerita ngentot baru, cerita seks bergambar ngentot, kisah mesum wanita sange, desahan cewek horny, kisah ML cewek sange, kentu wanita sange

Pernah saya menceritakan kisah sexku di web ini yaitu tentang saat beli mobil dapat bonus hubungan seks, dari situ saya mulai ketagihan dengan berhubungan badan, kadang saya bingung bagaimana cara menyalurkan hasrat sexku ini.

Memang saya mempunyai pacar, tapi dengan Monika pacarku itu, saya hanya bercumbu saja dan tak hingga berhubungan lebih jauh. ia memang ingin mempertahankan mahkotanya hingga menikah nanti.

Berhubung sekarang saya telah mempunyai penghasilan, saya bisa menggunakannya sebagian sebagai ‘biaya’ kenakalanku. Kadang saya dan temanku pergi hunting ABG-ABG yang sering kali nongkrong di mall atau tempat nongkrong lainnya.

cerita mesum terbaru 2018, cerita sex kencan, cerita dewasa ngentot wanita hot, cerita ngentot baru, cerita seks bergambar ngentot, kisah mesum wanita sange, desahan cewek horny, kisah ML cewek sange, kentu wanita sange

Hanya saja saya lebih suka kalau mengencani Tante-Tante yang kesepian, selain banyak pengalaman, juga bebas risiko dari PMS. saya juga masih sering berhubungan dengan Tante Mustika, dan juga teman-temannya.

Memang Tante Mustika ini memperkenalkanku dengan beberapa temannya yang kesepian. Mungkin lain kali saya akan menceritakan pengalaman nikmatku dengan mereka, tapi ketika ini saya ingin menceritakan kejadian lain beberapa hari yang lalu.

Malam itu saya sedang suntuk di tempat kosku. saya perlu refreshing setelah mengerjakan salah satu proyek pesanan klienku. Kutelepon Monika untuk kuajak nonton, tapi ternyata ia bilang bahwa ia sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahnya yang telah mendekati deadline.

Akhirnya kuputuskan saja untuk membeli DVD sekalian makanan untuk malam nanti. Di dekat tempat kosku, memang terdapat penjual DVD bajakan. Telah sering saya beli DVD di tempat itu, malahan saya telah kenal cukup dekat dengan penjualnya.

cerita mesum terbaru 2018, cerita sex kencan, cerita dewasa ngentot wanita hot, cerita ngentot baru, cerita seks bergambar ngentot, kisah mesum wanita sange, desahan cewek horny, kisah ML cewek sange, kentu wanita sange

Kadang ketika saya beli DVD, uang kembaliannya saya beri untuk dia. Umurnya sekitar 25 tahunan dan berbodi seksi. Namanya Anggi, dan orangnya memang agak genit. Kalau dilihat sekilas, ada miripnya dengan Della Puspita. Tak mirip sekali sih, tapi lumayan cantik. Hanya bodinya jauh lebih seksi jika dibandingkan aktris sinetron itu.

“Hai.. Mbak. Ada film baru nggak?” tanyaku setelah hingga di tempatnya berjualan.

“Ada lih.. Nih pilih aja sendiri” katanya sambil menyodorkan setumpuk DVD. Kulihat DVD tersebut satu persatu. Ada beberapa yang menarik, seperti ‘The Terminal’-nya Tom Hanks dan ‘Collateral’-nya Tom Cruise.

“Mbak, dicoba dulu dong” kataku sambil menyerahkan kedua DVD itu padanya.

Mbak Anggi pun kemudian mencoba DVD itu di playernya. Kuperhatikan malam itu ia tampak seksi sekali, dengan T-shirt ketat yang menonjolkan keindahan toketnya. Tubuhnya tampak padat berisi, dengan rok mini dari bahan jeans yang semakin menambah keseksiannya.

“Ya udah deh.. Saya ambil Mbak”

“Sedang sendirian nih lih? Nggak pergi sama pacar?” tanyanya.

“Iya Mbak. Sedang suntuk nih, makanya saya beli DVD” sahutku.

“Mau yang lebih seru nggak?” tanyanya lagi sambil tersenyum genit.

“Boleh.” jawabku.

Dia pun lalu mengambil bungkusan plastik hitam dari balik lacinya, dan menyerahkannya padaku. Kulihat isinya, ternyata DVD porno.

“Wah.. Kalau beli ini nontonnya nggak bisa sendirian nih” pancingku.

“Emang perlu Mbak temenin?” godanya.

“Siapa takut.. Bener nih?” tanyaku. saya senang sekali mendengarnya. saya merasakan kontolku telah mulai tegang membayangkan nikmatnya tubuh Mbak Anggi.

“Tapi nanti ya lih.. Satu jam lagi saya off. Jemput aja saya nanti”

Akhirnya setelah janjian dan membayar DVD yang kuambil, 2 DVD biasa dan satu DVD porno, saya pun pergi dahulu untuk makan malam sambil menunggu Mbak Anggi pulang. saya pergi ke restoran fast food yang berada tak jauh dari tempat penjualan DVD itu. Tak sabar saya menunggu satu jam lagi..
Singkat cerita, Mbak Anggi telah berada dalam mobilku. saya pun memacu mobil kembali ke tempat kosku.

“Ih.. Kok ngebut sih lih? Udah pengen ya?” godanya genit.

“Iya nih Mbak.. Galih udah pengen diajarin Mbak” sahutku asal.

“Ah.. Pasti kau udah pinter kan..” jawabnya sambil menyilangkan kakinya. Paha mulusnya makin menambah gairahku.

“Kamu kalau main kuat berapa lama lih? Jangan cepet lho.. Puasin Mbak dulu ya?” tanyanya lagi genit.

“Iya pasti Mbak puas deh..”

“Habis tunangan Mbak kalau main cepet banget..” katanya lagi. Pantas jadi genit begini, pikirku.
Sesampainya di tempat kosku, saya langsung masuk ke kamarku bersama Mbak Anggi. Memang di tempat kosku ini, kamarku agak terpencil hingga bebas saja membawa siapa pun masuk ke tempat kosku ini.

Kunyalakan AC dan TV-ku. Segera kupilih DVD porno yang berjudul ‘Sporty Babes 2′ dan kunyalakan DVD playerku. saya pun kemudian beranjak menuju ranjang dimana Mbak Anggi telah menunggu. Kami kemudian menikmati tontonan seru itu. Di layar TV tampak seorang gadis bule cantik sedang disetubuhi di tempat permainan bowling.

Desahan suara gadis itu begitu menggairahkan. Tampak lawan mainnya sangat menikmati keindahan tubuh gadis itu ketika menyetubuhi sambil menghisapi toketnya.

Nafas Mbak Anggi telah memberat di sebelahku. Tangannya mulai meremasi tanganku. Kupalingkan wajahku menatapnya, dan Mbak Anggi langsung melumat bibirku. Diciuminya saya dengan penuh gairah. Lidahnya mulai menerobos masuk ke dalam rongga mulutku, yang kemudian kuhisap gemas. Tanganku pun mulai meremasi toketnya yang kenyal dari balik T-shirtnya yang ketat.

“Sebentar.. Mbak buka dulu ya” katanya sambil melepaskan T-shirt putih yang dipakainya. Tampaklah toketnya yang besar dibungkus BH berwarna krem. Puting toketnya tampak menonjol di balik kain BH-nya itu.

“Ayo kamu yang buka BH-nya lih” ujarnya menggoda.

Tanganku langsung membuka kaitan BH di punggungnya. Lalu kuturunkan tali penyangga dari pundaknya, dan terpampanglah toket Mbak Anggi di depanku. Toket yang ranum dan besar, dengan putingnya yang menonjol menantang. Kuusap-usap dan kupilin perlahan puting toket Mbak Anggi yang manis ini, sambil kemudian kuciumi lagi bibirnya.

“Ayo lih, tunggu apa lagi. Isap susu Mbak dong” pintanya. Sambil berkata demikian, tangan Mbak Anggi agak menekan kepalaku ke bawah menuju dadanya. Tanpa menunda waktu lagi kujilati seluruh permukaan toketnya.

“Ohh..” lenguh Mbak Anggi ketika lidahku mengenai putingnya yang telah menonjol keras.

Erangannya semakin menjadi ketika kuhisap putingnya sambil sesekali kugigit perlahan. Sementara saya menghisapi toketnya yang sebelah kiri, tanganku mempermainkan toket yang sebelahnya. Tangan Mbak Anggi mengusap-usap rambutku sambil terus mengerang nikmat.

“Iya lih.. Bener gitu.. Aduh.. Enak.. Oh..” erang Mbak Anggi sambil meliuk-liukkan badannya. saya pun semakin bernafsu menghisapi dan menjilati toketnya yang kenyal itu.

Kulirik layar TV, dan di layar terpampang adegan dimana seorang gadis bule berambut pirang sedang dijilati memeknya di atas sebuah meja billiard. Erangan gadis tersebut dari suara TV bercampur dengan suara lenguhan Mbak Anggi yang sedang kulahap toketnya.

“Ayo lih.. Mbak ajari seperti itu” ujarnya sambil menarik rambutku dan menunjuk ke layar TV. Kemudian didorongnya pundakku menuju ke arah bawah.

“Cepet buka celana Mbak” katanya lagi.

Saya pun kemudian mengangkat rok jeans mininya dan tampaklah celana dalam warna krem berenda yang dipakainya. Kubuka celana dalam itu, dan tampaklah liang kewanitaannya dengan rambut yang tercukur rapi. Tangan Mbak Anggi mengelus-elus kemaluannya sendiri, sambil matanya menatapku genit.

“Ayo lih. Mbak pengen ngerasain jilatanmu di sini” katanya lagi sambil tangannya masih sibuk mengusap-usap memeknya.

Kudekatkan kepalaku ke liang kewanitaannya, dan kujulurkan lidahku. Perlahan kujilati memeknya. Tubuh Mbak Anggi menggelinjang hebat kala itu, sambil mulutnya mengerang dan meracau nikmat.

“Ohh.. lih.. Ya.. Jilati terus lih.. Enak.. Ohh..”.

Sambil melenguh, tangannya menekan kepalaku ke selangkangannya, dan akupun dengan penuh gairah menikmati liang memek Mbak cantik ini. Erangannya semakin keras dan tubuhnya meliuk-liuk liar ketika saya menghisapi klitorisnya.

“Terus lih.. Oh.. Oh..” sambil mengerang Mbak Anggi meremas-remasi toketnya sendiri.

“Ayo lih, kamu tidur di sini” katanya sambil bangkit dari ranjang.

“Mbak ajari posisi yang lebih enak”

Saya pun patuh dan tidur telentang di ranjang. Sementara kulihat sekilas di TV, si gadis bule cantik sedang disetubuhi secara doggy style di atas meja billiard. Erangan suara dari TV menambah erotis suasana di dalam kamarku.

Mbak Anggi kemudian naik ke atas wajahku. Diturunkannya tubuhnya, sehingga liang kewanitaannya tepat berada di atas mulutku. Kujulurkan lidah, dan Mbak Anggi kemudian menggoyang-goyangkan pantatnya di atas wajahku. Erangan Mbak Anggi kembali bersaing dengan erangan dari DVD porno di TV.

“Oh.. Oh..” erang Mbak Anggi sambil pantatnya terus bergoyang-goyang mencari kepuasan.

Kujilat dan kuciumi dengan penuh gairah memek Mbak manis ini. Tangan Mbak Anggi memegang pinggiran ranjang di atas kepalaku, sementara tubuhnya terus bergoyang mencari kepuasan birahi. Beberapa lama kemudian, goyangan pantat Mbak Anggi semakin menjadi.

“Oh.. lih.. Mbak hampir sampai.. Ohh..” lenguhnya panjang. Tubuhnya menegang, dan ketika itu banyak cairan nikmat keluar dari memeknya. Kuhisap habis cairan kewanitaan itu, dan tak lama Mbak Anggi pun menjatuhkan tubuhnya di sebelahku.

“Kamu hebat lih.. Dengan Mas Anung belum pernah saya orgasme seperti tadi” katanya sambil tangannya mengusap-usap dadaku.

“Mbak istirahat sebentar ya” katanya lagi.

Sebenarnya nafsuku telah memuncak, tapi saya tak mau memaksa Mbak seksi ini untuk melayaniku ketika itu juga. Kami pun lalu kembali menonton DVD porno yang masih terpampang di layar TV. Di layar tampak sekarang seorang gadis bule berambut pirang sedang bermain tenis dengan seorang pria.

Setelah bermain, mereka beristirahat dan mulai bercumbu. Si gadis bule tersebut lalu membuka celana si pria dan tampak terkejut melihat ukuran kontolnya yang besar.

“Oh.. my god.. I love it.. So big” desah si gadis sebelum memasukkan kontol itu ke dalam mulutnya.

Tampak gairah Mbak Anggi kembali bangkit melihat adegan itu.

“Punyamu besar begitu nggak lih?” tanyanya sambil tangannya mulai meraba kemaluanku.

“Lumayan deh Mbak. Memang Mbak suka yang besar ya?”

“Iya. Semakin besar Mbak semakin suka” jawabnya genit.

“Ya udah Mbak lihat aja sendiri” kataku.

Mbak Anggi tersenyum dan mulai membuka celana panjangku.

“Ih.. Besar juga punyamu lih. Hingga celananya nggak cukup tuh”

Memang karena nafsuku telah memuncak, kepala kontolku tampak mencuat keluar tak tertampung celana dalamku. Mbak Anggi tak sabar membuka celana dalamku. Tangannya kemudian mengocok perlahan senjata kelelakianku itu.

“Ih.. Keras banget.. Mbak suka jalantol yang kayak gini. Besar, panjang, dan keras. Pasti cewek kamu puas ya.” katanya lirih.

Wajah Mbak Anggi kemudian mendekati selangkanganku. Hembusan nafasnya terasa hangat di kulit kemaluanku ketika ia mengamati kontolku dengan pandangan gemas. Rasa nikmat yang luar biasa menjalar tubuhku ketika lidah Mbak Anggi yang cantik ini mulai menari di kepala kontolku. Dijilatinya kepala kontolku berikut batangnya.

Setelah itu dengan rakus dikulumnya batang kemaluanku. Srrpp.. Srpp.. Bunyi itu yang terdengar ketika Mbak Anggi memaju-mundurkan kepalanya menghisapi kontolku.

“Ahh.. jalantolmu enak lih.. Mbak suka.. Hmm” desah Mbak Anggi ketika ia menghentikan kulumannya untuk menjilati batang kemaluanku.

Seketika kemudian, kontolku kembali menyesaki mulutnya yang haus kejantanan lelaki itu. Sementara mulutnya menikmati kejantananku, tangan Mbak Anggi mengelus-elus buah zakarku. saya tak kuasa lagi untuk menahan erangan nikmatku.

Tanganku pun meremas-remas rambut Mbak Anggi gemas.

Mbak Anggi semakin cepat menghisapi kontolku. Kadang mulutnya dimiringkan, sehingga kontolku membuat pipinya tampak menggelembung. Tangannya pun semakin cepat mengocok batang kemaluanku. Kemudian dikeluarkannya kontolku dari mulutnya, dan kembali dijilatinya seluruh permukaan kontolku sambil tangannya mengurut-urut buah zakarku.

“Keluarin di mulut Mbak lih.. Mbak pengen minum spermamu..” katanya dengan nada memerintah.
Aku tentu tak menolak perintahnya. Memang saya telah tak tahan lagi. Sambil mengerang nikmat, saya pun mengalami ejakulasi. Ketika itu, Mbak Anggi malah kembali mengulumi kemaluanku, sehingga spermaku pun masuk ke dalam mulutnya. Mbak Anggi kemudian menjilati kemaluanku hingga bersih.

“Enak lih..?” tanyanya sambil menjilati spermaku di sudut bibirnya.

“Enak Mbak..” jawabku lemas.

Kami pun lalu kembali beristirahat sambil menonton tayangan DVD. Kali ini dilayar tampak seorang gadis ABG bule berambut coklat sedang belajar memancing. Tak lama gadis itu telah bercumbu dengan pelatihnya. Si gadis ABG menaiki tubuh lawan mainnya, dan mulai memompa tubuhnya naik turun.

Sementara si aktor, seorang lelaki setengah baya, meremasi toket gadis tersebut yang bergelantungan indah. Adegan persetubuhan lalu dilanjutkan dengan gaya doggy style. Tak lama kami pun kembali terangsang.

“Wan.. Mbak pengen seperti itu. Mbak pengen ngerasain ngesotin jalantolmu. Pasti lebih enak daripada punyanya Mas Anung” katanya sambil meraba kemaluanku dan mulai menciumi bibirku.
Mbak Anggi melepaskan rok mininya yang masih tersisa, lalu menaiki tubuhku dan mengarahkan kemaluanku pada lubang kewanitaannya.

“Ohh..” desahnya ketika kontolku mulai menerobos liang memeknya.

Dia pun mulai memompa kemaluanku naik turun. Terkadang ia pun mengoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan. Suara deritan ranjang, erangan Mbak Anggi, serta erangan suara dari DVD memenuhi kamar kosku.

Walaupun AC kamar telah dinyalakan, tetap saja tubuh kami berkeringat. Tetesan peluh itu mengalir dari wajah Mbak Anggi membasahi toketnya. saya segera membuka T-shirt yang masih saya pakai, ingin memamerkan tubuhku yang tekun kupahat di gym.

Sementara itu, Mbak Anggi terus bergoyang menikmati kejantananku. Tanganku tak ketinggalan meremasi toketnya yang kenyal. Cukup lama kami bersetubuh dengan gaya ini.

“Ayo lih.. Sekarang Mbak pengen dientotin dari belakang” katanya setelah ia keluar untuk yang kedua kalinya, sambil bangkit dari tubuhku. ia kemudian menungging sambil tangannya memegang ujung ranjang. saya pun segera memasukkan kontolku kembali ke dalam memeknya.

“Ohh.. Enak lih.. Terus lih.. Ohh.. Yang cepat.. Ohh” desah Mbak Anggi ketika kupompa tubuhnya. Tanganku meremasi toketnya yang bergoyang menggemaskan. Terkadang kuremas pula pantatnya yang bulat padat menantang.

“Ayo lih.. Mbak hampir sampai.. Terus lih.. Oh.. Ohh.. Ohh..”

Tubuh Mbak Anggi kembali mengejang, lalu rebah lemas di atas ranjang. Kali ini saya tak mau lagi ‘menggantung’. Kubalikkan badan Mbak Anggi dan kuarahkan kontolku kembali ke liang memeknya yang telah licin oleh cairan orgasmenya. Kugenjot tubuh Mbak yang seksi ini dengan gaya missionary.

“Eh.. Eh..” demikian erangan yang keluar dari mulutnya seirama dengan genjotan tubuhku.

“Hisapi putingku Mbak” kataku.

Mulut Mbak Anggi pun kemudian menghisapi puting dadaku sementara saya menggenjot tubuhnya. Tak lama Mbak Anggi pun keluar untuk yang ketiga kalinya, dan saya memberikannya kesempatan sesaat untuk beristirahat.

Lalu kuminta lagi berganti posisi. Masih di atas ranjang, kubuka kakinya yang indah itu lebar-lebar, lalu kutumpangkan ke bahu bidangku. Lalu dengan dituntun tangannya, kudorong kontolku masuk kembali ke liang surganya, dan mulai kupompa ia seperti tadi. Gerakan pompaanku semakin keras, liar, dan bertenaga seiring dengan mulai basahnya kemaluannya.

Dalam posisi ini, saya memegang kakinya erat-erat, sementara Mbak Anggi asyik mengerang-erang kenikmatan.

Cukup lama menggenjotnya di posisi ini. Tak lama saya pun tak tahan lagi menahan ejakulasiku yang kedua. Wajah cantik Mbak Anggi ditambah dengan erangannya setelah orgasmenya yang keempat, serta jepitan memeknya yang nikimat di kelaminku membuatku segera mencapai puncak.

“Saya hingga Mbak.. Ahh” jeritku tertahan ketika saya menyemburkan spermaku dalam rahimnya.
Kami pun terbaring lemas di atas ranjang. Puas sekali rasanya menyetubuhi Mbak Anggi nan ayu ini. Kunyalakan sebatang rokok untuknya. Kami kemudian mengobrol dan bercanda sambil tiduran di atas ranjang.

“Wan.. Anterin saya pulang ya” katanya setelah ia menghabiskan rokoknya.

“Lho.. Udah malam Mbak nanggung. Nginep di sini aja”

“Wah jangan lih.. Besok pagi Mas Anung mau jemput saya berangkat kerja. saya juga nggak bawa pakaian ganti” jawabnya.

Akhirnya, saya mengantar ia ke rumahnya. Cuma saya menurunkannya agak sedikit jauh dari rumahnya agar tetangganya tak curiga. Enak juga nonton DVD bareng Mbak Anggi. Mungkin saya akan semakin sering beli DVD XXX nantinya. cerita sex terbaru 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*