Membujuk Siswi SMP buat Mesum | Sex Terbaru
Situs BandarQ
Agen Bola Bandar Poker Domino QQ Bandar Bola BandarQ RGOBET AFAPOKER

Membujuk Siswi SMP buat Mesum

<center>

Wow diasana ada yang bening tuh soob….
Ehhh sampingnya yang malah lebih bening tuh, kegiatan teman temanku saat juam istirahat selalu memperhatikan wanita wanita yang lewat di halaman sekolah, sudah kelas SMA biasanya pulang siang sekitara jam 2 siang, sementara samping sekolahan berdiri gedung SMP, jadi setiap jam pulang sekolah SMP teman teman termasuk aku menonton siswi siswi SMP yang berjalan pulang.

cerita seks siswi smp, cerita sex terbaru siswi smp, cerita kentu memek abg, cerita dewasa abg, cerita ngentot memek kimcil, kisah terbaru hot ngentot siswi, memek abg, tubuh telanjang anak SMP, kisah ML ABG hot

Beberapa temanku bahkan sering bersiul pada mereka, atau menggoda mereka, hanya untuk menarik perhatian salah satu dari cewek – cewek SMP yang cantik -cantik itu . Hari ini pun begitu, sementara saya duduk di bangku panjang sambil mendengarkan iPod ku .

Dit! Dit ! Vany tuh !”

Nah, di antara semua cewek SMP yang lain, ada satu cewek yang paling menarik perhatian hampir semua temanku ( dan sepertinya hampir semua cowok di SMA dan SMP , dan mungkin bahkan beberapa bapak guru) . Cewek itu adalah Stevany, adik perempuanku . Stevany 4 tahun lebih muda dariku , ddia duduk di kelas 2 SMP .

cerita seks siswi smp, cerita sex terbaru siswi smp, cerita kentu memek abg, cerita dewasa abg, cerita ngentot memek kimcil, kisah terbaru hot ngentot siswi, memek abg, tubuh telanjang anak SMP, kisah ML ABG hot

Sebenarnya Vany sama seperti cewek -cewek yang lain; dengan tinggi badan 153 cm dan berat 46 kg , Vany tergolong kecil mungil, tak tinggi semampai . Rambutnya yang hitam pun hanya dipotong pendek sebatas leher . Memang wajahnya sangat imut dan kulitnya pun putih mulus tanpa cacat, tetapi bukan itu yang membuat teman -temanku tergila -gila padanya.

cerita seks siswi smp, cerita sex terbaru siswi smp, cerita kentu memek abg, cerita dewasa abg, cerita ngentot memek kimcil, kisah terbaru hot ngentot siswi, memek abg, tubuh telanjang anak SMP, kisah ML ABG hot

Duh gilak tuh anak cute banget sih !!”

Sexy banget , maksud lu. . !?”

Yap . . . Kontras dengan wajahnya yang sangat imut seperti anak kecil , Vany bisa dibilang sangat sexy . Alasan utamanya—dan saya yakin bagian inilah yang selalu dilihat oleh hampir semua cowok —Vany memiliki dada berukuran 34 C , yang termasuk sangat besar untuk anak seusianya . Bentuknya pun sangat bulat dan penuh .

Duh saya ngaceng . . . Gede banget gilak . . . ”

Hus! Ada kakaknya tuh . . Ntar lu dibunuh . . .

Hahaha ”

Tiba -tiba teman- temanku ber “ Oooh . . . !!” seru .

Saya melongok ke arah lantai dasar , mencari tahu penyebab “ Ooh . . !!” tiba – tiba itu . Pantas , pikirku. Vany sedang berlari berkejar – kejaran dengan beberapa cewek lain. Saya tahu apa yang diperhatikan oleh teman- temanku: dada Vany yang berguncang – guncang menggiurkan saat dia berlari. Saya melirik ke arah teman -temanku, dan saya dapat melihat tonjolan- tonjolan tegang di bagian tengah celana panjang mereka.
Heh! Udah ! Adek saya bukan tontonan!” ujarku .

Teman-temanku menoleh .

Yee . . . Salahnya adek lu punya badan kayak gitu . . ” kata Martin , salah satu temanku.

Payudara kayak gitu , lebih tepatnya , ” kata yang lain.

Ah, udalah ! Nyebelin . . . ” kata saya gusar . Aku

berdiri dan berjalan pergi , meninggalkan teman – temanku yang menatapku gelisah.

Sebenarnya hal ini sudah membuatku gelisah beberapa waktu belakangan ini . Sejak adikku kelas 6 SD, entah kenapa seolah- olah dadanya seperti dipompa ; pertumbuhannya pesat sekali!

Hampir tiap pergantian semester , adikku ini mengeluh bra – nya sudah kesempitan, dan ternyata ukurannya sudah bertambah besar lagi.
Di saat teman- teman seusianya masih belum mengenakan bra , Vany sudah mulai memilih bra mana yang harus dikenakannya , dan saat teman- temannya mulai merasakan pertumbuhan di dada mereka, milik Vany bahkan sudah jauh lebih besar dari milik ibuku.

Dan, yang paling membuatku khawatir , adalah kenyataan bahwa bagaimana pun, saya juga seorang cowok normal, yang juga bisa terangsang bila melihat sepasang dada yang bulat dan sangat besar seperti miliknya . Bahkan sudah beberapa lama ini saya menahan godaan untuk tak melakukan sesuatu yang tak sepantasnya dilakukan oleh seorang kakak pada adiknya .

Kaak . . . Deek . . . Turun sini !! Udah mulai nih upacaranya!”

Iyaa. . . Bentar saya turun !!”

Ayahku memanggil. Beliau dan Ibuku sedang menonton upacara pembukaan Euro 2008 di ruang keluarga . Ayahku memang sangat menggemari sepak bola, begitu pula dengan saya dan Vany . Hanya ibuku yang tak terlalu suka sepak bola , tetapi karena dikeroyok 3 orang penggemar bola di rumah, akhirnya ibu menyerah dan ikut menonton . Toh , beliau ikut senang melihat upacara pembukaan yang meriah.
Heeii bagus loh ini !!” suara ibuku yang memanggil kali ini .

Yaya bentaarr !!! Nanggung!!” saya berteriak.

Ngapain sih , kamu?”

Saya tak menjawab . Saya sedang melihat foto – foto liburan keluargsaya yang terakhir ke Bali .

Well, sebenarnya hanya foto Vany yang kulihat.

Sudah beberapa minggu mungkin beberapa bulan—terakhir ini saya sering menghabiskan malamku memelototi foto -foto Vany di komputerku . Makan apa sih kamu , saya sering berpikir begitu. Koq bisa jadi segede itu . . .

Saya sampai ke foto -foto kami di pantai. . . Vany mengenakan tank – top putih dan kain sarung Bali di foto itu .

Saya menekan tombol ‘next ’ , foto berikutnya.

Vany sedang bermain air di pantai. Tank -topnya basah, samar- samar memperlihatkan bikininya yang berwarna biru muda , tampak kesulitan menahan dadanya yang besar . Celana saya mulai menyempit di bagian s ***** kangan .

Next ’ lagi. . . Oh , ini video, batinku . Masih Vany yang bermain air . Tetapi kali ini dia berlari kecil .

Mata saya terpaku pada dadanya yang berguncang – guncang . Sangat menggiurkan . Saya merasakan tonjolan di celansaya semakin membesar . Aku merogohkan tanganku ke dalam celana , dan perlahan mulai mengocok kontolku yang sangat tegang.

Saya memejamkan mata , pikiranku mulai melayang . . .

Heh! Kakak liat apa tuh sampe melotot gitu ?!”

Saya melonjak kaget di kursiku. Astaga ! Saya lupa mengunci pintu tembusan antara kamarku dan kamarnya! Vany berjalan mendekat. Cepat – cepat saya menarik tanganku keluar dari celana . Tetapi saya tak tahu bagaimana menyembunyikan tonjolan besar dari balik celansaya ini ! Vany sudah membungkuk di belakangku .

Eeh . . . Nggak koq. . . Ini lagi ngeliat foto -video waktu kita ke Bali terakhir . . . ” katsaya gugup . Saya buru-buru menarik bantal kecil di ranjangku untuk menutupi s ***** kanganku.

Hoo. . . Hm ? Koq isinya fotoku semua ?” katanya sambil menekan – nekan tombol next – next -next – next . . . Memang foto -fotonya sudah saya kelompokkan kedalam satu folder sendiri .

Eeh ? Eh . . . Mm . . . Biar gampang milihnya kakak kelompokin ke dalem satu folder gitu . . . ”

Jantungku berdegup – degup kencang .

Ooo. . . Yaya . . . ” saya merasakan ada nada keraguan dibalik suaranya , “ Yuk turun . . Udah mulai tuh ! Lucu loh ada sapi -sapi segala!”

Oke oke. . Yuk . . . ”

Saya mematikan komputerku . Vany menggamit lenganku saat kami berjalan keluar kamar dan turun ke bawah. Kami duduk bersebelahan .

Kak , ” tiba – tiba ddia berbisik. Sangat pelan .

Hm ?”

Kakak ngaceng ya tadi waktu ngeliat fotoku?

Dosa loh kaak . . . Hihihi. . . ” bisiknya.

HAH?! Eh . . . Ng. . . Nggak koq!” ujarku gelagapan .

Saya liat koq kak tadi . . . ” bisik Vany . Senyum jahil melintas di wajahnya yang imut.

Eh . . . ”

Bilang mama aahh . . . ” senyumnya semakin jahil .

Ehh ! Eh jangan Van!” bisikku panik.

Hehehe nggak dehh . . . ”

Kami terdiam . . . Tomas Ujfalusi dan Alexander Frei, kapten Swiss dan Ceko , berjalan memasuki lapangan . Pertandingan segera dimulai.

Kak , ” bisiknya lagi.

Ya ?”

Punya kakak gede banget . . . ”

Cepat -cepat saya menarik bantal.

Kak , bangun ! Udah mau kick off tuh !”

Mmm. . . ”

Aaa. . . Kak ! Luca Toni tuh ! Gattuso ! Pirlo !

Aaa. . . Buffon Kak !”

Mmm. . . . ”

Kaakk . . . BaanguuUnn . . . ”

Pagi itu pertandingan grup C Euro 2008 , Belanda vs Italdia . Kami menonton di kamarku . Vany memang pendukung setdia Italdia , sedangkan aku pendukung baru Belanda. Sebenarnya saya pendukung setdia timnas Inggris , tetapi sayang sekali Inggris tak lolos tahun ini , jadi aku beralih mendukung Belanda. Saya dengar tahun ini pelatih Van Basten membawa kejutan dalam timnas Oranye.

KAAK! Udah kick off !!! Kak . . . . Kaaakkk . .

Bangguunn . . !!! Iih nyebelin!!” Vany habis kesabaran , mengguncang – guncangku hingga terbangun.

Eeehhh. . . Eh . . . Ehh . . . Iya iya iya udah bangun ini !!” katsaya mengantuk . Vany terus mengguncang -guncang badanku , tak mempedulikan protesku . Tetapi pemandangan yang saya lihat setelah itu benar- benar membuatku tak mengantuk sama sekali.

Vany rupanya telah duduk mengangkang di atas perutku. Baju tidurnya yang putih -pink terlihat tipis sekali dini hari itu . Dadanya yang besar menggelayut, dan samar-samar saya melihat 2 tonjolan kecil di masing -masing ujungnya . Vany nggak pake bra ? “ Bangun, ” ulangnya, nyengir .

I. . . Iya. . . ” entah kenapa saya merasa muksaya terbakar. Rupanya Vany menyadarinya .

Nyengirnya makin lebar .

Kenapa mukanya merah, Kak . . . ” suaranya pelan, menggoda . Vany mendekatkan wajahnya ke arahku , hingga hanya berjarak beberapa senti saja . Kontolku mulai menegang . Saya menelan ludah, memberanikan diri .

Van. . . ”

Hm ?”

Kamu. . . Kamu beneran liat kakak ngaceng waktu itu ?” tanyaku gugup .

Vany mengangguk , tersenyum .

Koq bisa gitu , Kak ? Sampe setegang itu ?”

Yah . . . Eh . . . ”

Apa karena . . . Punysaya gede ?” ddia tak menunggu jawabanku.

Yah . . . ” Saya mengangguk. “ Iya. . . Jujur , iya . . . ”

Hmmm. . . ” muka Vany memerah . Dia berkata pelan, “ Emang segede itu ya ?”

Well. . . Buat anak seumuran kamu sih gede banget, Van. . . ” katsaya . “ Kamu tau banyak cowok yang nafsu banget sama punyamu ?”

Iya. . . ” katanya perlahan. “ Kakak juga ?”

Saya tak dapat menjawab . Saya merasa bersalah .

Tetapi Vany tersenyum .

Gapapa , Kak . . . ” ujarnya . “ Saya gapapa koq kalo kakak yang nafsu . . . Hehee . . . ”

Kontolku semakin tegak berdiri .

Be. . . Bener ?” Dia mengangguk. Vany menunduk , mengecup pipiku . Dadanya menekan dada saya .

Tepat saat itu tanpa sengaja pantatnya yang empuk menyenggol kontolku yang sudah sangat tegang. Vany melonjak kaget .

Kak . . . Kakak tegang lagi. . . ” bisiknya perlahan .

Dia berbalik , memunggungiku , menatap tonjolan besar di balik celana pendekku . “ Be. . . Besar banget.

Saat itu 2 hal bergejolak di dalam diriku: nafsu dan logika . Logiksaya berkata saya ini kakaknya, dan sesexy apa pun Vany , ddia adikku . Tapi nafsuku berkata , Vany itu cewek yang luar biasa sexy, yang sedang duduk di atas perutku menghadapi kontolku yang tegang.

Nafsu memang selalu lebih kuat dari logika . Saya mendudukkan diri , sehingga Vany merosot ke pangkuanku . Kontolku benar -benar terjepit di antara kedua pahanya yang mulus sekarang .

Saya merasakan kontolku berdenyut -denyut tegang.

Kak . . . ?” bisik Vany .

Saya mulai mencium belakang telinganya dengan lembut, kemudian turun ke arah rahang belakangnya. Saya mencium perlahan tetapi pasti, sesekali menjulurkan lidahku untuk menjilatnya lembut.

Hhh. . . Ka. . . k . . . ” Vany mendesah pelan.

Perlahan, lehernya kulumat. Vany menelengkan kepalanya, sehingga dapat dengan cukup mudah saya mencium lehernya . Nafasnya semakin berat .

Mmhhh. . . Kak . . Kaakk . . . G . . . Ga boleh l . . . lohh. . .

Mmhh. . . ” desahnya perlahan,

memperingatkanku. Saya tak peduli.

Vany mulai menggeliat keenakan, membuat kontolku tergesek pahanya . Bahkan walaupun di dalam celana , saya merasakan nikmatnya . Tak tahan, saya menanyakan sesuatu padanya yang mungkin sangat ingin ditanyakan oleh hampir tiap cowok di sekolah .

Van. . . Boleh kakak pegang payudara kamu?”

Vany terdiam . Saya bisa merasakan pertentangan di dalam dirinya . Namun, sekali lagi, nafsu mengalahkan logika . Vany mengangguk lambat.

Tak menunggu disuruh dua kali , perlahan -lahan saya menjangkaukan tanganku di bawah ketiaknya, dan dengan lembut saya meremas kedua buah dadanya yang besar dan menggiurkan itu . Sensasi empuk dan bulat penuh memenuhi tanganku yang tak cukup besar untuk meremas buah dadanya secara keseluruhan .Saya bisa merasakan putingnya.

Benar ddia tak memakai bra .

Aahh. . . Kaak . . . Mmmhh. . . Pe. . . lan . . Pelan. . . ”

Vany mendesah nikmat . Kedua tangannya mencengkeram erat seprei di ranjangku.

Saya masih menjilati lehernya , kali ini cukup cepat. Kedua tanganku meremas -remas dadanya yang empuk dan besar , yang sudah menjadi kencang karena terangsang . Jari -jariku memainkan putingnya yang sudah tegang dan keras.

Koq udah keras banget gini, Van ?” bisikku menggodanya.

Mmhh. . . Abisnya . . . Mmmhh. . . ”

Kalo diginiin jadi tambah keras nggak?” Saya menjepit kedua putingnya di antara jari telunjuk dan jempolku, kemudian memelintirnya perlahan – lahan.

Aaahhh. . . Aaaahhh . . . Kaakkk. . !!!”

Saat itu saya merasakan kontolku tersiram sesuatu . Rupanya Vany sudah sangat basah sehingga cairannya ikut membasahi kontolku .Saya meremas dadanya semakin kencang , sambil terus melumat leher dan belakang telinga Vany .

Ooohh . . . Kakk . . . Kak . . Kalo gini teruss. . . Saya . . .

Akku. . . ”

Kamu kenapaa ?” Tangan kananku memainkan putingnya, sementara yang kiri meremas lebih kuat .

Saya . . . Aaahhhh . . . Mmmhh . . . Kaakk . . . Mmhh. . . ”

Kenapa. . . ”

Ga. . . gapapa . . . Ooohh . . . Ka. . . k . . ”

Saya merasakan kontolku semakin tegang , nafas Vany pun semakin tak karuan . Dia menggeliat – geliat keenakan , merangsang kontolku semakin hebat.

Van, pegang kontol kakak donk. . . ”

Mmmhhh. . . Ga . . . Ga . . . Ga bo . . . leh ah, Kak . . .

Hhhh . . . ”

Boleehh. . . Ayo . . . Gapapa koq. . . ” saya membujuknya .

Ragu-ragu, Vany melepaskan cengkeraman tangan kananya , dan meletakkan jari telunjuknya di kepala kontolku . Rasanya sudah mau
kuledakkan saja spermsaya saat itu .

Van, digenggam aja. . . ”

G. . . Ga ah kak . . . Gini aja. . . . Mmhh. . . ” Dia memainkan jari telunjukknya di sekitar tonjolan di balik celansaya itu . Itu saja cukup, pikirku. Saya meremas dadanya yang besar semakin liar , memainkan putingnya dan menjilati lehernya dengan ganas . Saya mulai menggosok -gosokkan
kontolku ke s ***** kangannya yang sudah sangat basah.

Aaahhh. . . Kaakk . . . Kak . . . Saya . . . Saya bisa . . Saya bisa kelu . . . arr . . Mmmhhh . . . ”

Keluarin aja. . . Mmhhh. . . Gapapa . . . ” Saya menggerakkan pahsaya semakin kuat , rasanya saya sendiri sudah mendekati klimaks . Aku mengeluarkan kontolku dari celanaku, membuatnya bergeletar liar menggesek s ***** kangan dan paha Vany . Remasanku semakin kencang dan liar . Saya benar-benar sudah mau keluar .

Kaakkk. . . Kaakkk. . . Saya . . . Saya KELUAR . . .

aaAAHHH . . . AAHHH !!!”

Slllsssrrrlsshhhhh. . . . Saya terkejut saat kontolku tersemprot cairan vaginanya. Vany orgasme dan squirting, menyemprot kontolku dengan sangat kuat . Tak butuh waktu lama untukku untuk mencapai giliranku.

Ooohhh . . . VAAANNN!!! MMMMHH!!!”

Saya meledakkan spermsaya satu , dua , empat, enam kali dalam jumlah besar , melumuri paha dan perutnya , bahkan ada yang menyemprot hingga dada dan wajahnya yang imut.

Vany terkulai ke ranjang. Dia terlentang , dadanya yang besar bergerak naik -turun mengatur nafas . Putingnya masih sangat tegang. Saya mengatur nafas . Kontolku masih sangat tegang, mungkin karena hasrat yang sudah kupendam begitu lama untuk merasakan empuknya dada Vany yang besar . Saya siap untuk m ***** kah lebih jauh lagi.

Tetapi saat itu logika kembali ke pikiranku . Tidak, batinku . Ini sudah cukup parah buat kakak -adik . Saya melirik Vany yang tergeletak lemas , celananya basah kuyup . Paha, perut , dadanya yang besar dan wajahnya berlumuran cairan putih kental milik kakaknya . Saya tersenyum .
Thanks Van. . . ” bisikku .

Hhh. . . Hhh . . . ” Vany masih terengah-engah . “ I . . .

Hhh. . . Iya. . . Sama-sama . . . ”

Saya terdiam , terpaku menatap layar TV. Rafael van Der Vaart sedang bersiap mengambil tendangan bebas untuk Belanda .

Kak . . . ”

Ya ?”

Jangan lagi ya . . . Dosa . . . ” bisiknya lemah menegurku.

Oke. . . ”

Van der Vaart menendang bola lambung , tinggi ke arah tiang jauh. Buffon menepis .

Van. . . ”

Hm ?”

Tetapi . . . ” terlintas pikiran jahil dalam benakku,

Enak nggak?”

Joris Matijsen mengambil bola muntah , mengopernya pada Wesley Sneijder. Saya menoleh , dan dalam gelap, saya melihat senyum mengembang di wajah Vany yang kelelahan.

Enak , Kak . . . ” jawabnya . “ Enak banget . . . ” Ruud van Nistelrooy meneruskan tendangan Sneijder ke gawang Buffon .

Van. . . ”

Ya ?”

Belanda gol tuh . . . ”

APA ?! KOQ BISA !!!!”selesai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*