Ngentot Dua Wanita Seksi Anak SMA | Sex Terbaru
Situs BandarQ
Agen Bola Bandar Poker Domino QQ Bandar Bola BandarQ RGOBET AFAPOKER

Ngentot Dua Wanita Seksi Anak SMA

<center>

Namaku Huda saya masih anak sekolah kelas 2 SMA, saya orangnya suka akan olahraga di sekolah saya di jadikan sebagai kapten team sepak bola dan saya pemain inti yang sering mencetak gol lawan, selain sepak bola saya juga ikut dalam team basket dan voli, pada hari minggu yang ikut extra kulikuler sekolah semua pada latihan, sasat istirahat saya memperharikan team wanita yang sedang berlatih , kulihat dari salah satu ada wanita yang manis namanya Rara bodynya oke sekejap saya merasakan rasanya ingin menggauli tubuh dia.

cerita sex abg, cerita dewasa perawan hot, cerita mesum ngentot perawan, cerita gangbang anak SMA, cerita ML memek perawan, cerita kentu cewek sekolah, cerita seks terbaru abg, kisah hot terbaru ABG, kumpulan mesum wanita abg, cerita seks indonesia

cerita sex abg, cerita dewasa perawan hot, cerita mesum ngentot perawan, cerita gangbang anak SMA, cerita ML memek perawan, cerita kentu cewek sekolah, cerita seks terbaru abg, kisah hot terbaru ABG, kumpulan mesum wanita abg, cerita seks indonesia

Rara Seksi

Tetapi itu kuanggap sebagai hal yang mustahil. Kusingkirkan pikiran itu jauh-jauh. “Prittt…” Waktu rehat sudah selesai. Saya kembali melakukan latihan sepak bola. Untunglah porsi latihan hari itu tak banyak, sehingga Saya dapat pulang lebih awal.

Dalam perjalanan menuju mobil yang kubawa, Saya kembali memperhatikan gadis cantik itu. Saya mendekatinya dan mengajaknya berbicara. Saya tak jadi pulang. Saya memutuskan untuk menemani Rara menunggu temannya yang masih ada latihan. Rara itu ikut pulang dengan temannya.

Selama menemaninya ngobrol, Saya terus menatap wajah dan tubuhnya. Tubuhnya cukup tinggi untuk gadis seusianya. Kira-kira 170 cm. Cocok denganku yang memiliki tinggi 183 cm. Rara baru berusdia 16 tahun, sedangkan Saya 17 tahun.

Rambutnya panjang, hitam, mengkilat. Kulitnya putih, lembut meski dia menyukai olah raga. Dadanya cukup besar. Kira-kira 34A. Tapi Saya suka memperhatikan tubuhnya. Apalagi bajunya agak basah karena keringat. Rara sangat enak untuk dijadikan teman ngobrol. dia tak merasa agak risih, meski cuma mengobrol berdua denganku di lorong galeri.

cerita sex abg, cerita dewasa perawan hot, cerita mesum ngentot perawan, cerita gangbang anak SMA, cerita ML memek perawan, cerita kentu cewek sekolah, cerita seks terbaru abg, kisah hot terbaru ABG, kumpulan mesum wanita abg, cerita seks indonesia

cerita sex abg, cerita dewasa perawan hot, cerita mesum ngentot perawan, cerita gangbang anak SMA, cerita ML memek perawan, cerita kentu cewek sekolah, cerita seks terbaru abg, kisah hot terbaru ABG, kumpulan mesum wanita abg, cerita seks indonesia

cerita sex abg, cerita dewasa perawan hot, cerita mesum ngentot perawan, cerita gangbang anak SMA, cerita ML memek perawan, cerita kentu cewek sekolah, cerita seks terbaru abg, kisah hot terbaru ABG, kumpulan mesum wanita abg, cerita seks indonesia

Merta Hot

Saya sangat terangsang saat berdua dengannya. Saat Saya tak tahan lagi, Saya memegang tangannya dan menariknya ke dalam sebuah ruangan yang ternyata adalah ruangan UKS putri. Saya menatapnya. Rara mencoba menetralkan suasana,

“Hud, Apa-apaan nih? Aku…” Belum selesai Rara berbicara, mulutku telah menempel di mulutnya. Rara tampaknya cuma pasrah saja.

Lidahku mulai memasuki mulutnya. Tanganku pun mulai meraba-raba toketnya. Setelah kira-kira 5 menit, tampaknya Rara mulai terangsang. Puting toketnya menegang. Dia pun mulai membalas ciumanku.

Saya sampai kesulitan bernafas. Tanganku mulai melepas baju volinya. Tangannya pun melepaskan pakaian basketku. Tinggallah Saya yang cuma bercelana dalam. Rara pun cuma memakai BH dan celana dalam.

Rara tampak kaget, memperhatikan batang kejantananku yang besar. Ukuran batang kejantananku kira-kira 18 cm dengan diameter 2,5 cm. Saya pun sangat terangsang memperhatikan bentuk tubuh Rara yang ternyata sangat sexy. Lebih sexy dari semua cewek yang pernah kulihat.

Memperhatikan Rara yang juga sudah mulai terangsang, Saya memintanya untuk memegang batang kejantananku yang besar dan tegang dan meremas-remasnya. Saat dia membuka celana dalamku, tampaklah jelas batang kejantananku yang sudah ereksi penuh.

Tampaknya dia belum pernah memperhatikan batang kejantanan sebesar ini sebelumnya. Saat Rara sedang merasakan kejantananku, Saya mencoba melepas BH dan celana dalamnya. Setelah Saya berhasil menyingkirkan pakaian dalamnya, Saya mengangkat badannya ke atas ranjang dan Saya segera menindih badan Rara.

Dan Saya pun mulai menjilati puting toketnya dengan liar. Sampai-sampai Rara benar-benar menggeliat keenakan. Tanganku pun mulai menjelajah ke mana-mana. Setelah agak lama, tanganku mulai meraba bibir kemaluannya dan mulai memainkan klitorisnya.

Rara tampak benar-benar terangsang dan tak bisa berbuat apa-apa selain mendesah dan menggeliat di atas meja.

Cukup lama Saya memainkan kemaluannya. Bibirku menjilati bagian bawah kemaluannya dengan penuh nafsu, sementara tanganku masih memainkan klitorisnya. Agak lama Saya melakukannya. Saya ingin Rara benar-benar merasakan nikmatnya.

Kemudian Saya merasakan badan Rara meregang dan saya merasaka cairan hangat mengalir dari liang kemaluannya. Saya tanpa ragu menjilati cairan yang keluar sedikit demi sedikit itu dengan penuh nafsu. Saya tahu Rara benar-benar menikmati permainanku.

Cairan yang dikeluarkannya banyak sekali dan baunya sangat menggairahkan. Wajak Rara sangat lemas dan memerah. Badannya berkeringat dan rambutnya agak acak-acakan, tetapi Saya suka memperhatikan pemandangan seperti itu.

Saya bertanya,

“Enak Ra?”

“Enak banget Hud. Saya belum pernah merasakan perasaan senikmat sekarang..” jawab Rara.

Saya berkata, “Kamu sudah puas kan, kini kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan..?” Kemudian Rara turun dari ranjang dan Saya pun berdiri. Rara mulai jongkok, memegang batang kejantananku yang tegak kemudian memasukkannya dalam mulutnya yang mungil.

Batang kejantananku tampak memenuhi seluruh mulutnya. Saat Rara mulai memasukkan batang kejantananku ke mulutnya, Saya merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa. Saya merasakan lidahnya mulai memainkan kepala kejantananku.

Saya mulai tak tahan, apalagi saat Rara mengisap batang kejantananku. Saya belum pernah merasakan hisapan senikmat ini dari seorang gadis. Saya seperti tak dapat mengontrol laju pejuh di dalam batang kejantananku. Akhirnya Saya tak tahan lagi. Kukeluarkan pejuhku di dalam mulut manisnya itu. Rara tampak terkejut. Tapi dia akhirnya menelannya.

Saya rehat sebentar. Kemudian Saya bertanya pada Rara,

“Ra.. Saya boleh nggak, masukin kontolku ke memek kamu?” Rara tampak berpikir sejenak. Tapi dalam kondisi horny seperti itu, pikirannya tentu agak kacau. Rara akhirnya mengangguk lemas. Perlahan-lahan, Saya merebahkan badannya di ranjang dan menaruh kedua kakinya di bahuku.

Saya mulai menyentuhkan kepala kontolku ke bibir liang senggamanya. Kemudian Saya perlahan-lahan memasukkan batang kejantananku ke dalam liang senggamanya. Aduh.. Sulitnya batang kejantananku masuk ke liang senggamanya.

Meski liang senggamanya sudah basah, tapi liang senggamanya masih sangat rapat. Saat batang kejantananku perlahan-lahan masuk, Rara mulai mengerang kesakitan. Saya mencoba menenangkannya. Saya pun merasakan sakit, karena batang kejantananku seperti ditekan oleh liang senggamanya yang sempit.

Akhirnya Saya berhasil memasukkan seluruh batang kejantananku ke dalam liang senggamanya. Saya dapat merasakan pangkal liang senggamanya.

“Crestt.. creest..” terasa ada yang robek dalam liang senggamanya dan sedikit darah keluar. Saya kaget, dan berkata, “Ra, kamu masih gadis ya?” Kulihat Rara cuma dapat tersenyum menahan rasa perih di kemaluannya.

Perlahan kugerak-gerakkan batang kemaluanku. Rara cuma dapat merintih dan mengerang perlahan. Tapi setelah agak lama Rara mendesah kecil dan mengerang keenakan. Saya mulai memaju-mundurkan batang kejantananku.

Rasanya sangatlah enak, batang kejantananku seperti dihisap-hisap. Kemudian tempo permainan Saya cepatkan. Saya mulai memperlihatkan tehnikku. Saya memaju-mundurkan batang kejantananku kemudian sesekali menggoyangnya ke kiri dan ke kanan. Tanganku pun tak lupa meraba-raba toketnya. Puting toketnya yang berwarna pink kupuntir dan kucubit. Rara semakin menggeliat-geliat keenakan.

Semakin kupercepat tempo permainan, semakin keras erangan Rara. Suaranya itu sangatlah enak didengar. Suaranya semakin menggairahkanku. Kalau saja ini bukan di ruang UKS putri, mungkin Saya sudah menyuruhnya mengerang sekerasnya.

Untuk mengurangi bunyi erangannya, Saya mengulum mulutnya. Saya mulai bosan pada posisi ini, Saya mencoba doggy style. Saya keluarkan batang kejantananku dari liang senggamanya, kemudian Saya mengambil posisi doggy. Saya kembali memasukkan batang kejantananku dalam liang senggamanya. Kali ini, Saya bermain dalam tempo yang lebih cepat.

Perlahan-lahan kurapatkan kakinya sehingga batang kejantananku kembali merasa di isap-hisap lagi. Kulihat Rara sudah akan mencapai orgasme. Tubuhnya mulai mengejang. Akhirnya liang senggama Rara mengeluarkan cairan nikmatnya, dan diiringi dengan erangan yang keras. Kulihat wajah Rara sudah sangat capai. Keringatnya sudah memabasahi tubuhnya.

Rara adalah cewek yang paling lama mampu bermain denganku. Maklum, ddia kan sporty (anggota regu inti voli). Stamina Rara sangat bagus. Saya merasa kasihan padanya. Saya pun mempercepat tempo dan saat Saya merasakan pejuhku akan keluar, kucabut batang kejantananku dan Saya masukkan batang kejantananku ke mulut Rara.

Rara mengisapnya sejenak, kemudian keluarlah pejuhku ke mulut mungilnya. Tampaknya pejuhku sudah habis diserap olehnya. Kemudian kami berrehat sejenak. Saya memandangnya dan berkata,

“Gimana Ra?” “Enak banget Hud. Kapan-kapan lagi ya..” jawab Rara dengan senang. Saya berikan satu buah ciuman ke mulut Rara.

Tiba-tiba pintu UKS dibuka dan masuklah seorang cewek. Ternyata yang masuk adalah Merta, salah satu cewek yang kutaksir. Saya dan Rara segera mengambil pakaian kami dan mengenakannya. Merta langsung berkata,

“Nggak usah buru-buru. Saya sudah lihat permainan kalian dari tadi kok..”

“Permainan kalian hot banget,” tambah Merta. Mendengar ucapan mereka, Saya jadi malu. Wajah Rara pun memerah saat kulirik.

Setelah Saya dan Rara berpakaian, Merta mendekati kami dan berkata, “Hud, kamu mainnya hebat deh. Saya juga mau dong. Kayaknya si Rara juga mau tambah tuh!”

“Begini saja. Besok kalian semua ke rumahku jam 10 pagi, OK? Rumahku kan kosong. Ortuku lagi di Singapore.” Semuanya setuju.

Maka besok Saya harus datang ke rumah Merta. Kuhampiri Rara dan mengantarkannya pulang. Saya merasa tak enak, karena Rara sudah ditinggal oleh temannya. Rupanya Saya dan Rara bermain terlalu lama, sekitar 1 jam.

Besoknya jam 10 Saya sampai di rumah Merta. Rumahnya sangat besar. Kamar Merta terletak di ujung rumahnya. Kamar itu seperti terisolasi dari ruangan lain. Saat Saya masuk kamarnya, di situ ada Merta dan Rara sedang ngobrol. Merta tampak sexy dengan tank top pink dan celana pendek jeans-nya.

Saya dapat memperhatikan dengan jelas BH warna hitam miliknya. Sedangkan Rara mengenakan T-shirt warna biru muda dan rok mini dengan BH warna krem. Oh ya, Merta baru 16 tahun dengan tinggi 168 cm. Toketnya lebih kecil (32B) dibandingkan Rara, tapi wajahnya paling cantik. Bentuk tubuhnya pun sangat sexy. Bahkan mungkin cuma Rara yang dapat menandinginya.

Saat Saya masuk kamarnya, Saya langsung disambut dengan manis. Saya pun ikut dalam pembicaraan mereka. Merta mulai menyalakan BF miliknya. Kami semua menyaksikan BF tersebut. Kulihat mereka satu persatu mulai terangsang.

Tangan Rara sudah mulai meraba-raba celana dalamnya di balik rok mininya. Merta belum terkemudian menunjukkan ekspresi. Saya mulai mendekati Merta dan merebahkannya di atas ranjang. Saya menindihnya dan menciumnya sementara tanganku menggerayangi toketnya. Merta mencoba meronta sesaat.

Kulepaskan semua baju tank top-nya. Kukeluarkan toketnya dari BH-nya dan mulai menjilati toketnya dengan liar. Meski toketnya tak besar, tapi toketnya sangat nikmat untuk dirasakan.

Ekspresi wajah Merta pun mulai berubah. Wajahnya menjadi sangat merangsang. Kucium mulutnya dengan mengulum lidahnya. Merta pun mulai merespon cumbuanku. dia membalas ciumanku. Cukup lama Saya melakukan French kiss dengannya. dia sangat menikmatinya.

Kemudian Saya mulai mengarahkan ciumanku ke dadanya. Kuciumi dadanya dengan nikmat sambil kulepas BH-nya. Kugigit putingnya perlahan. Saat Saya sedang mencupang dadanya, tiba-tiba Rara melepas celana jeans-ku dan celana dalamku.

Kuhentikan sejenak ciumanku untuk membantu Rara melepas pakaianku. Kini kami semua sudah dalam keadaan telanjang. Saya melanjutkan seranganku terhadap Merta. Sementara itu Rara mulai memegang dan merasakan batang kejantananku.

Kemudian Rara memasukkan batang kejantananku ke dalam mulutnya, meski cuma setengah yang dapat masuk. Nikmat sekali rasanya bisa ML dengan 2 cewek cantik sekaligus.

Kemudian Saya mencoba merasakan nikmatnya kemaluan Merta. Mulutku mulai menyentuh kemaluan yang ditumbuhi rambut tipis itu. Lidahku berusaha menemukan klistorisnya. Merta pun mulai mengeluarkan erangan yang membuatku lebih bernafsu.

Klistoris kecil Chistina kuhisap dan kugigit dengan buas. Tak lama, Saya merasakan liang senggama Merta menyemburkan cairan khas. Kulahap semua cairan itu. Saya sangat menikmatinya. Kemudian Saya menyuruh Merta berada di posisi konvensial. Kusentuhkan kepala kejantananku pada bibir liang senggamanya.

Sementara itu Rara meletakkan kemaluannya tepat di atas mulut Merta. Saya mencoba memasukkan kepala kejantananku ke dalam liang senggama Merta, tapi tak bisa. Rupanya batang kejantananku terkemudian besar untuk menembus kemaluannya. Berulang kali Merta menjerit kesakitan.

“Saya coba agak keras, ya?” tanyaku pada Merta. Merta pun merespon positif. Kunaikkan tungkai kakinya yang mulus ke bahuku dan kupegang pahanya. Kutarik pacuma agak keras untuk memasukkan batang kejantananku. Merta menjerit dan meronta, tapi batang kejantananku tetap belum dapat masuk. Kusuruh Rara mengulum batang kejantananku sejenak, kemudian kusiapkan lagi posisi tadi.

Kali ini kutusukkan batang kejantananku dengan sangat keras. Merta pun menjerit kesakitan. Saya mencoba menenangkannya. Waktu Saya tadi menghujamkan batang kejantananku ke liang senggamaku, kurasakan batang kejantananku merobek selaput daranya. Merta
tampak akan menangis. Kudiamkan beberapa saat.

Kemudian saat wajah Merta sudah tak kesakitan, kumasukkan batang kejantananku semuanya. Batang kejantananku tak dapat masuk seluruhnya, meski telah menyentuh dasar liang senggamanya. Kemaluannya sangat sempit. Batang kejantananku serasa dihisap-hisap. Kuputar-putar batang kejantananku di dalam kemaluannya.

Merta terus mendesah keenakan. Beberapa saat kemudian, wajahnya memerah dan kelihatannya ddia akan orgasme. Kuganti seranganku dengan tusukan. Merta terus mendesah, tapi Saya tak mempedulikannya. Saya terus mempercepat tusukannya.

Tak lama, Merta mengatakan, “Saya mau keluar..” Kubalas, “Tunggu, Saya juga!” Kupercepat laju batang kejantananku, sampai akhirnya tubuhnya mengejang.

Batang kejantananku terasa dijepit. Saya merasakan liang senggamanya menyemburkan cairan kenikmatan. Saya juga mau keluar. Saya tanya padanya,

“Mau di luar atau di dalam?” dia jawab, “Di luar aja..” Saya mencabut batang kejantananku kemudian Saya pun mengeluarkan cairan pejuhku di atas dadanya. Saat Saya mencabut batang kejantananku, kulihat ada darah yang keluar dari liang senggama Merta.

Saya menatap wajah Merta yang masih kelelahan. Kucium mulutnya sambil berkata,

“Permainanmu sungguh hebat!” Merta pun membalas, “Nanti Saya tambah lagi ya.” Kemudian dia bangun dan berjalan menuju kamar mandi.

Sementara itu, Rara mendekatiku sambil berkata, “Sekarang, kau milikku. Puaskan Saya sampai Saya tak dapat bangun lagi!” Rara memegang batang kejantananku kemudian mencoba membuat batang kejantananku bangkit kembali.

Dia terus mengulum batang kejantananku. Agak lama baru batang kejantananku dapat bangkit, karena waktu Saya dengan Merta, Saya merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa. Belum pernah Saya merasakan kenikmatan luar biasa dari liang senggama seorang cewek.

Setelah batang kejantananku bangkit, Saya menidurkan tubuhnya, kemudian mencium mulutnya. Setelah itu, perlahan-lahan mulutku kuarahkan ke bawah sampai ke dadanya. Kucupang dadanya sampai Rara mengerang kenikmatan.

Putingnya yang mengeras terus kupermainkan dengan lidahku. Kemudian kubenamkan kepalaku di antara kedua tungkai pacuma yang mulus. Kucoba menemukan klistorisnya dengan lidahku. Kugigit lembut klistorisnya sampai Rara mengerang keenakan.

Saya terus bermain di kemaluannya sampai akhirnya ada cairan hangat menyembur dari kemaluannya. Kuhisap habis semua cairan itu. Lalu, Saya duduk di ranjang dan menyuruh Rara duduk di atas batang kejantananku, membelakangiku.

Perlahan-lahan kumasukkan batang kejantananku ke dalam liang senggama Rara. Saya tak mengalami banyak kesulitan, karena liang senggama Rara sudah basah. Tapi Rara tetap menjerit, karena batang kejantananku yang terkemudian besar.

Kugerakkan batang kejantananku di dalam kemaluan Rara. Kumainkan batang kejantananku di dalam kemaluan Rara. Tak lama kemudian, Rara setengah menjerit, “Saya hampir keluar!” Kurasakan tubuh Rara menegang kemudian kurasakan kemaluannya mengeluarkan cairan kenikmatannya.

Agak lama Saya berada dalam posisi itu, kemudian kuganti dengan doggy style. Kutusuk-tusukan batang kejantananku ke kemaluannya. Rara tampak menyukai posisi ini. Tanganku dengan liar meraba-raba toketnya.

Merta pun sudah selesai mandi. Dengan mengenakan kimono, dia mendekati kami dan duduk menyaksikan permainanku. Dapat kucium bau wangi sabunnya, Saya semakin ingin merasakan lagi kenikmatan kemaluannya yang sempit itu.

Kupercepat lagi laju batang kejantananku dalam kemaluannya. Rara semakin mendesah kenikmatan. Kemudian kurasakan pejuhku sudah mengumpul di batang kejantananku.

“Ra, Saya mau keluar nih,” desahku tertahan.

“Tunggu. Saya juga mau keluar!” balas Rara dengan nada tertahan penuh nafsu.

Kemudian kupercepat tusukanku. Kurasakan kemaluan Rara sudah mengeluarkan cairannya.

“Saya keluarkan di dalam atau di luar.” bisikku mesra.

“Saya ingin menghisapnya lagi!” kata Rara. Saat kurasakan akan keluar, kucabut batang kejantananku dan kumasukkan batang kejantananku ke mulutnya yang mungil.

Di dalam mulut Rara, batang kejantananku mengeluarkan pejuhku. Kemudian Rara menelan semua pejuhku. Setelah itu, Rara mengulum sebentar batang kejantananku. Rara kemudian berkata padaku,

“Thanks, Hud. Kamu telah memberikan kenikmatan yang luar biasa.” Kuberi ddia French Kiss. Rara pun ke kamar mandi untuk membersihkan badan.

Saya berrehat sejenak, kemudian kulihat ke arah Merta. Ddia sudah mengenakan kembali tank top-nya. Perlahan-lahan, Merta menari striptease untuk membangkitkan nafsuku. Tapi batang kejantananku masih belum dapat bangkit dari kelemasannya.

Merta menari semakin hot. Pakaiannya dilepasnya satu persatu dengan gaya yang erotis. Tubuhnya yang mulus tanpa cacat itu diraba-rabanya. Akhirnya batang kejantananku mulai bangkit. Merta langsung melakukan blow job sampai batang kejantananku kembali tegang dengan sempurna.

Mulutnya yang mungil itu mengulum batang kejantananku dengan nikmatnya. Kemudian kuraih tubuhnya dan kubaringkan di ranjang untuk posisi 69. Saat wajahku tepat berada di depan kemaluannya, kurasakan bau yang sungguh wangi.

Kubenamkan wajahku di dalam selakangannya. Kujilati kemaluannya dan kugigit-gigit klistorisnya. Selama Saya melakukannya, kira-kira Merta sudah klimaks 2 kali.

Tiba-tiba saja Merta menghentikan blow job-nya kemudian mulai mengincar batang kejantananku. Ddia jongkok di atas batang kejantananku menghadap ke arahku (Saya dalam posisi tidur) kemudian dia membuka lebar pahanya.

Perlahan-lahan dia memasukan sendiri batang kejantananku ke dalam liang senggamanya. Batang kejantananku kembali mengalami kesulitan meski tak sesulit tadi. Kemaluan Merta kembali menjadi rapat meski masih basah.

Akhirnya seluruh batang kejantananku dapat berada dalam kemaluannya. Merta mengerang kesakitan sekaligus mendesah. Kubiarkan ddia membiasakan diri dengan batang kejantananku.

Perlahan-lahan kugoyangkan pantatnya. Tapi setelah itu Merta melakukannya sendiri untuk menyesuaikan dengan dirinya sendiri. Pertama-tama memang laju batang kejantananku agak lambat. Tapi Merta mampu menemukan tempo yang diinginkannya.

Hingga tak lama kemudian, badan Merta meregang dan batang kejantananku merasakan keluarnya cairan panas dari liang kenikmatannya. Cukup lama regangannya kali ini. Mungkin sekitar 1 menit. Ddia terus meneruskan permainannya.

Sementara itu, Rara kembali dari kamar mandi dan berjongkok di atas tubuhku sambil membuka pahanya. Langsung saja kusantap clistorisnya. Cukup lama Saya berada dalam posisi seperti itu. Hampir 45 menit. Berulangkali Rara dan Merta mengalami orgasme. Merta lebih mudah mencapai klimaks daripada Rara. Merta sudah klimaks 5 kali, sedangkan Rara baru 3 kali.

Kemudian kami berubah posisi, Saya dan Merta melakukan doggy style sedangkan Rara di depan Merta. Saya menggerakan batang kejantananku dengan perlahan tapi batang kejantananku masuk seluruhnya. Tempo permainan kupercepat.

Sampai akhirnya Merta meregang lagi. Tak sampai 5 menit kemudian, Saya pun tak kuat lagi. Kucabut batang kejantananku dari kemaluannya dan kukocok di depan mulut mereka berdua. Kusemburkan cairan pejuhku ke wajah mereka, dan mereka melahapnya dengan bernafsu. Saya sungguh merasa lelah. Batang kejantananku terasa ngilu.

Tapi permainan belum selesai seluruhnya. Rara mulai melakukan blow job pada batang kejantananku. Saya sudah melarangnya tapi nafsu Rara masih menggebu. Saya sendiri heran mengapa mereka bisa sekuat itu. Blow job Rara kali ini benar-benar nikmat. Saya pun tak kuasa menahan laju pejuhku di mulut Rara.

Merta yang memperhatikan hal itu ikut-ikutan mengulum batang kejantananku. Akhirnya terpaksa Saya memberikan kesempatan terakhir pada Merta. Mulutnya bergerak naik turun menyusuri batang kejantananku. Dengan lembut dihisapnya batang kejantananku. Kurasakan pejuhku kembali mengumpul.

Kupegang kepala Merta dan membenamkannya ke batang kejantananku. Akhirnya kuakhiri permainan marathon ini dengan semprotan pejuhku di mulut Merta. Saya sungguh sangat puas. Sudah beberapa jam kami bermain.

Inilah permainan terlamaku sekaligus ternikmatku. Saya langsung tertidur di situ. Saat Saya bangun, Saya mendapatkan Rara di sebelah kiriku dan Merta di sebelah kananku dalam keadaan telanjang. Setelah itu hubungan kami semakin dekat satu sama lain, dan kami pun sering mengulang permainan yang menggairahkan iru bersama mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*