Birahiku Kembali Bangkit | Sex Terbaru
Situs BandarQ
Agen Bola Bandar Poker Domino QQ Bandar Bola BandarQ RGOBET AFAPOKER

Birahiku Kembali Bangkit

<center>

Cerita Sex Terbaru, Cerita Mesum Hot – Betapa hati ini ikut tercabik mendengar perselingkuhan Erfina dan Niko. Gosip itu begitu cepat menyebar, menggemparkan dan ramai di gunjingkan mahasiswa Fakultas Ekonomi pagi itu. Banyak dari mereka yang membicarakan keributan yang terjadi di tempat kost Niko.

Di pojok tempat parkir, kantin kampus dan ruang kelas masih banyak yang berbisik-bisik membicarakan kejadian dini hari tadi.

Cerita Seks Birahiku Kembali Bangkit

cerita sex terbaru 2018 cerita dewasa terlengkap, cerita mesum terbaru, cerita sex mesum, cerita ML mesum, cerita Seks terhot, koleksi cerita mesum, kumpulan cerita mesum bergambar, cerita mesum paling panas, cerita mesum dan fotonya

“JADI KAMU GAK TAU?” Teriak Fani padaku saat kutanya apa gerangan yang terjadi.

“Tau apa? ” tanyaku lagi.

“APA !!!,” giliran saya yang berteriak saat Fani menceritakan yang sebenarnya terjadi.

Bergegas kutinggalkan Fani di kantin yang masih terbengong-bengong melihat tingkahku.

cerita sex terbaru 2018 cerita dewasa terlengkap, cerita mesum terbaru, cerita sex mesum, cerita ML mesum, cerita Seks terhot, koleksi cerita mesum, kumpulan cerita mesum bergambar, cerita mesum paling panas, cerita mesum dan fotonya

Segera kucari keberadaan Ardi sahabatku. Tiap ruang kelas, perpustaakan, Ruang Senat hingga toilet pria, saya telisik mencari sosok pria maskulin sahabatku itu. saya tanya tiap orang yang saya temui, apakah mereka melihat Ardi. Dan semuanya menjawab tak melihatnya.

Kucari kunci mobil di dalam tas, setengah berlari saya menuju tempat parkir. Dengan cepat kukendarai Jazz Hitamku menuju tempat kost Ardi.

Begitu tiba, segera kutemui Bapak pemilik kost yang sama terkejutnya denganku karena Ardi menghilang tiba-tiba. Pak Made ternyata juga sudah mendengar kejadian dini hari itu karena memang tempat kost Niko merupakan milik tetangganya juga.

Saya minta ijin pada Pak Made untuk bisa melihat keadaan kamar kost Ardi dan diijinkan. Kamar kost itu terlihat rapi. Tempat tidur, sprei, bantal dan selimut semuanya dalam keadaan terlipat rapi. Meja belajar masih menyisakan beberapa buku diktat dan buku-buku filsafat yang tampaknya tak sempat terbawa.

cerita sex terbaru 2018 cerita dewasa terlengkap, cerita mesum terbaru, cerita sex mesum, cerita ML mesum, cerita Seks terhot, koleksi cerita mesum, kumpulan cerita mesum bergambar, cerita mesum paling panas, cerita mesum dan fotonya

Kubuka satu-satunya lemari pakaian yang ada di ruangan itu, tak ada sehelai pakaianpun yang tertinggal. Kupandangi poster besar Ernesto “Che” Guevara idolanya yang hanya melihatku diam dengan sorot matanya yang tajam. Kemana ia El Che tanyaku padanya. Tentu saja poster itu tak menjawabnya. Bisu.

Saya baru tersadar, kenapa saya tak telpon ia saja. Segera kuraih Nokia N70 milikku dan Kucari di phone book nama Ardi. Begitu ketemu segera kutekan tomboll call untuk menghubunginya. Hanya ada suara seorang wanita yang menyatakan bahwa nomor yang ku hubungi sedang berada di luar jangkauan. Selanjutnya hening. Ardi benar-benar menghilang.

Suara dering yang menyatakan adanya pesan masuk ke dalam Nokia N70 membangunkanku di Minggu pagi itu. Dengan mata masih setengah mengantuk, kuraih handphone yang kuletakkan di atas Nakas sisi tempat tidur.

cerita sex terbaru 2018 cerita dewasa terlengkap, cerita mesum terbaru, cerita sex mesum, cerita ML mesum, cerita Seks terhot, koleksi cerita mesum, kumpulan cerita mesum bergambar, cerita mesum paling panas, cerita mesum dan fotonya

Kulihat sebaris nomor asing, si pengirim pesan tak tercantum dalam phonebook. Paling orang iseng lagi yang mengajakku berkenalan. Gak ada kerjaan, gangguin orang tidur saja. begitu saya membatin. Namun mataku segera terbelalak begitu membaca isi pesan dan siapa pengirimnya.

Selamat Pagi Winda, ini saya Ardi. Maaf membangunkanmu pagi-pagi begini. saya tahu kamu masih belum bangun. Makanya jangan kebanyakan dugem non.

Tersenyum saya membaca SMS itu. Berkat Ardi, saya tak pernah menyentuh Club malam lagi. Sahabatku sudah berhasil merubah tabiat jelekku yang menyukai kehidupan malam. Segera kulanjutkan membaca sms itu

Kamu mungkin sudah mendengar kejadian dini hari itu dan mungkin kamu terkejut. saya pun tak menyangkanya sama sekali. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, tak ada yang dapat saya lakukan lagi. Hanya penyesalan yang tersisa.

Maaf saya tak mengabarimu sama sekali, tetapi sekarang saya sudah di Jakarta. Walau sakit itu masih terasa, saya harus menata hidupku kembali. Masa depanku jauh lebih berharga di banding kesakitan yang saya alami.

Biarlah pengalaman pahitku menjadi cerita masa lalu. Oya….kamu tak usah menghubungi saya lagi, biar saya yang menghubungi kamu suatu saat nanti. Jaga dirimu baik-baik Winda. Be a good girl. I Promise I’ll see you one day. Big Hug …… Ardi.

Tanpa terasa air mata ini menetes membaca sebait SMS sahabatku Ardi. Itu yang ku suka darinya, di tengah kesulitan dan kesakitan yang di alami, ia mampu tetap tegar. Bodohnya Erfina menyia-nyiakan cintamu. Tapi tahukah kamu Ardi, saya pun sangat mencintaimu. Tak sanggup saya katakan perasaan ini karena kamu telah memilih Erfina. Sorot matamu yang tajam, selalu bisa menentramkan gejolak hatiku.

Teringat beberapa bulan yang lalu, Siang itu di kantin kampus, dengan semangatnya Ardi menceritakan serunya persetubuhan dirinya dengan Erfina. Siang itu memang sepi, mahasiswa lain banyak yang sudah kembali pulang.

Kami masih berada di tempat itu karena saya sedang menunggu dosen Akuntansi yang menjadi pembimbing skripsiku. Ardi sebenarnya tak ada urusan, ia hanya menemaniku biar saya tak kesepian.

Dengan gamblangnya Ardi menceritakan berbagai gaya bercintanya dengan Erfina. Buku Kamasutra yang pernah di baca menjadi referensi baginya. Menggelinjangnya tubuh Erfina saat kejantanan Ardi menerobos liang memek Erfina diceritakannya dengan detail. Bahkan apa yang diteriakkan oleh Erfina pun tak luput ia ceritakan.

Bagaimana ia menggenjot tubuh Erfina yang tergolek pasrah berkeringat di bawah tubuhnya di bumbui dengan cengkraman tangan kekarnya ke toket serta puting Erfina di deskripsikan dengan lugasnya.

Huft….aku menarik nafas panjang. saya cemburu Ardi, sangat cemburu. saya ingin menggantikan tubuh Erfina di bawah tubuhmu. saya ingin merasakan besarnya kontolmu. saya ingin batang yang perkasa itu memenuhi liang memekku yang sempit ini. saya ingin kamu yang memperawani ku. Memecahkan selaput daraku.

Aku ingin tangan kekar dan telapak yang kasar itu memainkan puting susuku. Tetapi Kenapa Erfina yang mendapatkan keberuntungan itu. Bodohnya saya menanyakan pengalaman bercintanya pada Ardi. Sekarang liang kewanitaanku basah, siapa yang harus bertanggung jawab?

Tiba-tiba bel rumahku berbunyi. Segera ku turun dari tempat tidur dan menuju pintu ruang tamu. saya memang dibelikan sebuah rumah mungil di area Bukit Jimbaran oleh orang tuaku, sedang mereka sendiri berdiam di kota Gianyar.

Satu jam perjalanan dari kota Denpasar. Maksud orang tuaku membelikan rumah agar saya bisa dekat dengan kampus. saya ditemani oleh seorang pembantu yang masih berusia muda. saya memanggilnya Ni Luh. ia berasal dari Bangli. Usianya dua tahun di bawahku.

Dengan merapikan tali daster tidurku yang melorot, segera kubuka pintu ruang tamu. Ternyata yang datang merupakan calon suamiku Bli Arya. Bli Arya merupakan calon suami yang di pilihkan kedua orang tuaku. Ajik (sebutan bapak oleh orang Bali) begitu bersemangat menjodohkan saya dengan Bli Arya. Bli Arya merupakan anak salah satu partner bisnis perak Ajik ku.

Wajah Bli Arya sebenarnya cukup tampan namun perbedaan usia kami yang 12 tahun, membuat Bli Arya terlihat Dewasa. Ditambah lagi ia merupakan seorang dokter, membuatnya selalu berpenampilan rapi dan perlente. Bukan seleraku sama sekali. Seleraku tentang penampilan seorang lelaki merupakan seperti Ardi. Tinggi, tegap, tak harus kekar tetapi memiliki otot tubuh yang liat.

Kulit Coklat tua cenderung legam dengan rambut cepak membuat nya kelihatan Manly. Pakaianpun cukup celana jeans belel dengan t-shirt sederhana. Hatiku bener-benar tertambat pada Ardi.

Awalnya saya menolak perjodohan yang di lontarkan orang tuaku, tetapi karena baktiku pada orang tuaku lah yang membuat saya mau menerima Bli Arya sebagai calon suamiku. Orang tuaku juga mengenal Ardi dengan baik.

Mereka kagum dengan kecerdasan dan wawasan yang Ardi miliki. Apalagi Ardi memiliki visi yang jauh ke depan akan hidupnya. Namun saat saya utarakan isi hatiku pada orang tuaku, mereka dengan halus melarangnya karena perbedaan keyakinan yang kami miliki.

Kupersilahkan Bli Arya masuk. ia terpana dengan penampilanku Minggu pagi itu. Daster tidurku memang berpotongan mini dengan strap minimalis. Bagian atasnya berpotongan rendah sehingga memperlihatkan seluruh bahuku yang putih mulus. Belum lagi saya yang tak pernah mengenakan bra saat tidur, memperlihatkan belahan toketku yang cukup besar.

Ditambah lagi dengan bahannya yang berwarna putih semi transparan dengan motif kembang-kembang biru, makin memperlihatkan puting susu ku yang berwarna merah muda, menerawang dengan bebasnya.

Bagian bawah dasterku hanya beberapa centimeter dari selangkanganku, sehingga jenjangnya kaki dan pahaku yang mulus terpampang dengan begitu erotisnya. Bli Arya sebagai lelaki normal pasti akan menelan ludah melihat moleknya tubuhku.

Tetapi saya cuek saja, toh Bli Arya merupakan calon suamiku, lagipula ia sudah pernah meniduri bahkan memperawaniku. Walau saya senang dunia malam, begini-begini saya masih bisa menjaga keperawananku untuk calon suamiku.

Teringat betapa gugupnya Bli Arya saat pertama kali meniduriku. Terus terang saya yang mengajaknya bercinta, setelah saya terpengaruh betapa nikmatnya persetubuhan yang dilakukan Ardi dan Erfina seperti yang di ceritakannya di kantin siang itu. Sebenarnya saya sama gugupnya dengan Bli Arya, tetapi dorongan birahku mengalahkan kegugupanku.

Aku mencoba merayunya saat ia main ke rumahku malam itu. Kupancing dengan sentuhan mesra di wajah dan dadanya, bahkan saya juga yang membuka celananya. Baru kali itu saya bisa melihat kontol seorang pria untuk pertama kalinya.

Tapi sepertinya ukurannya tak sebesar punya Ardi. saya bisa memperkirakan besarnya ukuran kontol Ardi saat mengajaknya berenang di Waterboom bersama Niko dan Erfina. Dengan celana renangnya yang cukup ketat saat itu, Besarnya kontol Ardi tergambar dengan jelas.

Bli Arya coba merangsang toketku yang cukup besar, namun yang kurasa hanya perih. Entah gugup atau memang belum pernah, Bli Arya meremas daging toketku cukup keras. Sentuhan pada puting susuku juga terasa kasar. Bahkan saat Bli Arya mencoba menghisap puting itu, saya malah menjerit. Bukan karena ke-enakan tetapi sakit tak sengaja tergigit.

Aku mencoba menenangkan Bli Arya dan memintanya pelan-pelan saja tak usah terburu-buru. Bli Arya mengikuti saranku dan akhirnya saya bisa merasakan nikmatnya rangsangan yang Bli Arya berikan walau belum maksimal.

Saat akhirnya akan melakukan penetrasi, Bli Arya pun sempat gagal beberapa kali. Kontolnya meleset di mulut liang memekku yang masih sangat sempit. Mencoba beberapa kali, kontol itu sulit sekali menembus liang memekku. Akhirnya saya mengambil inisiatif untuk membantunya. Kuambil sebuah bantal dan meletakkan di bawah bokongku.

Kini posisi tubuh bagian bawahku menyembul ke atas. Ku renggangkan pahaku lebar-lebar dan kutekuk lututku di sebelah tubuh Bli Arya. Kuminta ia melumasi kepala kontolnya dengan air liurnya dan diarahkan ke mulut memekku yang kini sudah cukup merekah. saya membantu memegang batang kemaluannya dan mendorongnya ke dalam tubuhku.

Bli Arya mendorong pantatnya maju dengan keras dan sesaat itu juga batang kontol Bli Arya terbenam seluruhnya di dalam liang kewanitaanku. saya menjerit sekeras mungkin merasakan tubuh bagian bawahku di masuki kontol Bli Arya pertama kali. Tak kupedulikan teriakanku di dengar Ni Luh. Cengkeraman tanganku sesaat mencabut rapihnya sprei alas tempat tidurku. Sungguh sakit rasanya saat selaput daraku pecah.

Bli Arya terdiam sesaat saat saya berteriak kesakitan, dirasakannya denyut otot memekku yang mencengkram batang kontolnya. Setelah saya tenang, secara naluri Bli Arya lantas memaju mundurkan pinggulnya.

Batang kontolnya terpompa keluar masuk liang memekku. Batang kontol itu telah basah oleh cairan kewanitaan dan darah perawanku. saya mulai merasakan kenikmatan walau masih ada rasa nyeri di sekitar selangkanku.

Saat saya mulai merasakan kenikmatan, tiba-tiba saja tubuh Bli Arya mengejang, kepalanya menengadah ke atas dan mulutnya mengeluarkan suara pekikan. Bli Arya mengalami ejakulasi pertama kalinya di dalam liang memekku.

Hanya lima menit dari awal penetrasi. Terasa sekali sprema itu menyemprot dengan keras ke dalam rahimku. Terasa hangat. Tapi saya marah dan panik karena saya belum siap untuk hamil. Dan saya kecewa kenapa permainannya terhenti secepat itu. Staminanya payah. Berbeda dengan Ardi yang mampu menggenjot tubuh erfina berjam-jam lamanya.

Dikeluarkannya kontol itu dari liang memekku. Kontol itu sudah lemas, menciut. Kontol itu benar-benar basah oleh cairan kewanitaan dan terlihat sperma masih keluar dari ujung kontolnya.

Bli Arya terkapar di sisiku. Tubuhnya berkeringat, terlihat lelah sekali. Tak ada lagi cumbuan padaku. Ia benar-benar lemah. saya segera memiringkan tubuhku membelakangi tubuhnya yang tergolek lemah. saya meringkuk. Menyesal saya memulai persetubuhan kalau hanya kekecewaan yang saya peroleh. Kalau saya bersetubuh dengan Ardi, mungkin hasilnya akan berbeda. saya menginginkanmu Ardi.

Siang ini Bli Arya ada di sisiku. Ia datang Minggu pagi khusus ingin membicarakan masa depan hubungan kami. Tetapi saya sedang tak semangat. Semenjak menghilangnya Ardi seminggu yang lalu, saya sepertinya kehilangan gairah hidup.

Apalagi baru saja saya mendapatkan SMS dari nya, semua kenanganku bersamanya ter rewind kembali. Nampaknya Bli Arya menyadari perangaiku yang berubah. Ia mencoba menghiburku dengan joke-joke ringan dan menceritakan pengalaman-pengalamannya saat melayani pasien yang datang dari berbagai macam karakter manusia.

Ada yang lugu, lucu tetapi ada juga yang menyebalkan. Bli Arya menggeser tubuhnya ke sisiku yang terduduk di sofa dengan malasnya. Tubuhku bersandar di sandaran sofa yang cukup empuk. Ia mencoba membelai rambutku yang pendek dan memperlihatkan leherku yang putih mulus. saya masih mengenakan daster mini dan tetap no bra.

Bli Arya mencoba mencumbu dengan mencium tengkukku. Nafasnya yang hangat menyentuh leherku. Tangannya coba dilingkarkan di perut dan punggungku, ia mencoba memelukku. Tangan kirinya mencoba menyentuh toketku dengan lembut dari atas daster yang ku kenakan. saya masih malas menanggapinya.

Pikiranku masih melayang pada sosok Ardi. Kubiarkan Bli Arya berlaku apa saja pada tubuhku. saya sibuk dengan lamunanku. Makin lama lamunanku makin dalam. Tanpa kusadari, Bli Arya yang sedari tadi menjamah tubuhku, di dalam benakku kini ia berubah menjadi sosok Ardi yang begitu saya rindukan. Tak sadar saya meladeni cumbuan Bli Arya.

Kucium bibirnya kupagut dengan liar, namun yang kubayangkan merupakan mencium Bibir Ardi. Kulumat bibirnya dengan rakus. Lidahku mengembara dalam rongga mulutnya. Dengan kasar kubuka kemeja Bli Arya, saking bernafsunya ada berapa kancing kemejanya yang terlepas.

Aku tak peduli . Birahiku bangkit mengingat sosok Ardi. Bli Arya pun tak tinggal diam, di pelorotkannya daster miniku dengan satu sentuhan pada strap minimalis. Kini saya hanya mengenakan celana dalam putih dengan renda pada bagian pinggirnya.

Tak ku pedulikan lagi keadaanku saat itu yang tengah berada di ruang tamu rumahku. Tak kuingat lagi sosok Ni Luh yang mungkin mengintip permainan kami. saya memang sedang ingin-ingin bercinta dengan……….Ardi. Oh Ardi Fuck Me !!!

Ku pelorotkan pantalon dan celana dalam Bli Arya. Sesaat kontol yang telah tegak berdiri mencelat ke atas menumbuk wajahku. Dengan rakus ku ambil kontol itu dengan mulutku. Ku kulum sampai pangkalnya. Terus ku kulum dan ku oral Batang kontol Bli Arya sampai menimbulkan suara kecipak dari mulutku.

Nafsuku benar-benar terbakar. Bli Arya melenguh dan merintih sejadi-jadinya. ia berdiri di hadapanku sambil memegang kepalaku. saya terduduk di sisi sofa dan masih sibuk mengoral batang kontolnya.

Setelah puas, saya pun berdiri. Kuminta Bli Arya duduk dan bersandar di sofa. Dari sudut mataku, kulihat Ni Luh tengah memperhatikan kami dari celah pintu kamarnya yang terbuka. Segera kunaiki tubuh Bli Arya. Kakiku kunaikkan ke sofa, saya pun mengambil posisi berjongkok di atas selangkangannya.

Kuposisikan mulut memekku di atas batang kemaluannya yang tegak berdiri. Kupegang batang kontol itu dengan tangan mungilku dan kuarahkan ke mulut memekku. Dengan satu gerakan menduduki, amblaslah seluruh batang kontol itu ke dalam liang memek. saya pun terpekik.

“Aaaccchhhhhh……”

Kedua tangan kulingkarkan di tengkuk Bli Arya. saya mulai memompa tubuhku naik turun di atas kemaluan Bli Arya. Kontol itu terlihat keluar masuk di dalam liang memekku. saya terus memompa bagian bawah tubuhku naik turun, sesekali ku variasikan dengan gerakan yang memutar. Batang kontol itu terlihat seperti tongkat yang sedang saya mainkan.

Bli Arya terlihat menahan ejakulasinya. Ia tak ingin mengecewakanku lagi. Kedua telapak tangannya sibuk memainkan toketku. Kali ini jauh lebih lembut. Kedua toketku yang berukuran 32 B terlihat besar pada tubuh mungilku.

Toket itu bergerak liar mengikuti irama pinggulku. Di dekatkannya mulutnya ke arah puting susuku. Dihisapnya dengan halus. Mendapat rangsangan yang demikian, makin cepat saya memompa pinggulku dan tak lama badanku mengejang. Otot memekku mencengkram kuat batang kontol Bli Arya. saya berteriak keras.

“Aaachhhhhhhhh……….”

Saya mengalami orgasme. Mataku terpejam, nafasku terengah-engah, kepalaku terkulai di pundak Bli Arya. masih membayangkan bahwa sosok Ardi-lah yang saat ini berada di pelukanku. yang habis menyetubuhiku. Toketku yang berkeringat menekan dada Bli Arya.

Saya bangkit berdiri, terlepaslah kontol itu dari liang memekku, masih tegak berdiri. Sambil berdiri saya bungkukkan badanku. saya tunggingkan bokongku, tanganku kuletakkan pada sandaran sofa agar saya bisa menopang bagian atas tubuhku. saya sodorkan bokongku di hadapan kontol Bli Arya yang kini telah berdiri di belakangku. Memekku merekah.

Dengan perlahan, kontol yang di pegangnya di masukkan ke dalam memekku. Kali ini lebih mudah karena memekku telah basah oleh cairan kewanitaan. Sambil memegang kedua pinggangku di maju mundurkanlah pantatnya. Kontol itu menyodok memekku dari belakang. Kulihat dengan jelas Ni luh di balik pintu kamar.

Saya tersenyum padanya dan Ni luh tersenyum kikuk. Karena ia orang terdekat denganku sehari-hari, biarlah ia menyaksikan live show panas di ruang tamu ini. Siapa tahu ia ingin mencobanya juga dengan Joko, seorang kuli bangunan yang berasal dari Banyuwangi yang telah menjadi pacarnya dalam 6 bulan terakhir.

Bli Arya terus mendorong pinggulnya maju dan mundur dengan tempo yang lumayan cepat. Kantung zakarnya beberapa kali membentur bibir memekku menciptakan suara yang erotis. Toket ku yang menggantung bebas bergoyang dengan liarnya.

Tak lama, saya rasakan tubuhnya mengejang, Frekuensi dorongan pinggulnya semakin cepat. Batang kontolnya makin lincah terpompa. Suara kecipak dari cairan kewanitaan dan benturan kantung zakar dengan bibir memekku makin riuh terdengar. Tak lama Bli Arya terpekik tertahan. Pantatnya di dorongnya maju.

Batang kontol itu tertanam dalam sekali dan menyemburlah jutaan sel sperma ke dalam rahimku. saya pejamkan mata, membayangkan sensasi hangat yang tercipta dari sperma yang menyembur merupakan sperma milik Ardi. Denyutan batang Kontol yang tertanam itu juga milik Ardi, bahkan telapak tangan yang masih memegang bongkahan pantatku juga merupakan milik Ardi. Betapa saya sangat menginginkanmu Ardi.

Maafkan saya calon suamiku, kalo saya membayangkan orang lain dalam persetubuhan kita.

Tujuh tahun berlalu kita tak pernah bertemu. Kabar duka kematian Niko lah yang membuat dirimu mau kembali ke Bali. Dengan jiwa besar engkau mau melupakan kesalahan Niko yang telah menyelingkuhi kekasih yang sangat engkau sayangi. Sahabatmu sendiri tega mengkhianati persahabatan yang telah terajut sekian lama.

Dan kini saya berdiri di depan pintu terminal kedatangan domestik Bandar Udara International Ngurah Rai Bali untuk menjemputmu. Sedari pagi saya berdandan secantik mungkin untuk menyambutmu. saya kenakan pakaian dan aksesoris seanggun mungkin agar engkau bahagia. Kututupi kegugupanku dengan senyum ceriaku.

Sesosok Pria tegap berjalan dengan langkah yang pasti. Kacamata Rayban Aviator menutupi sorot matanya yang tajam memandang ke arahku dengan senyum yang natural. Celana berbahan Denim dan Polo Shirt hitam yang di kenakannya sangat serasi, memperlihatkan dadanya yang bidang serta otot biceps terlihat liat dan menonjol. Kulitnya terlihat lebih bersih tanpa meninggalkan kesan maskulinnya. Selempang travel bag yang berukuran sedang terlihat tersampir ringan di bahunya.

Di hadapanku, Ardi menyapa dengan senyum khasnya. Kami saling mencium pipi. Aroma Bvlgari Aqva menyergap indera penciumanku. macho namun segar. Andai diijinkan, ingin kulumat bibirmu. Ku telusuri tiap centi dada bidang itu dengan sapuan lidahku. Ku kulum batang kemaluan yang terlihat menonjol dengan segenap birahiku.

Tahukah kamu Ardi, saya merindukanmu melebihi apapun di dunia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*